Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Godfather Trilogy



Film berdurasi hampir 3 jam bagi sebagian orang mungkin akan mengatakan tidak untuk menonton film tersebut. Membuang- buang waktu, karena waktu sangat berharga, ya nggak? tapi jangan buru-buru ber-kesimpulan filmnya bikin boring bro.


Berbeda dari kebanyakan film, film ini terlaris sepanjang masa dan berhasil mendapatkan Oscar: Best Picture, Best Actor (Marlon Brando) dan Skenario Adaptasi Terbaik pada tahun 1972 dan juga nominasi dalam tujuh kategori lainya termasuk Al Pacino untuk Aktor Pendukung Terbaik dan Coppola sebagai Sutradara Terbaik serta Top Rated sampai saat ini di situs IMDb diposisi 2 dan 3 untuk film part pertama dan part kedua.

Kesuksesan The Godfather melahirkan 2 sekuel yang cukup sukses pula, yaitu The Godfather Part II dan The Godfather Part III.



Alur

The Godfather: Part I (1972)

Keluarga bernama Corleone adalah sebuah keluarga mafia asal Sicilia yang beroperasi di Amerika Serikat, yang dikepalai oleh Don Vito Corleone dan dikenal dengan panggilan “The Godfather”. Vito sendiri merupakan godfather tua yang disegani oleh banyak orang. Namun faktor usia dan semakin liciknya lawan-lawan keluarga Corleone membuat Vito cepat atau lambat harus lengser dari kursi kepemimpinan.

Don Vito memiliki 4 orang anak:

  1. Santino “Sonny” Corleone
    • Anak Pertama sang ‘underboss’ yang ambisius yang selalu mendampingi ayahnya
  2. Frederico “Fredo” Corleone
    • Anak kedua dengan karakter agak labil dan bodoh
  3. Michael Corleone
    • Anak ketiga yang cerdas dan dijauhkan dari bisnis keluarga karena masuk Militer.
  4. Constanzia “Connie” Corleone
    • Anak bungsu dan putri satu-satunya yang manja.
  5. Tom Haggen
    • Anak angkat dipungut saat kecil yang menjadi ‘consigliere’ (penasehat) sekaligus kuasa hukum atau pengacara keluarga.


Di film pertama ini, alurnya menceritakan tentang kejayaan bisnis Don Vito Corleone, sampai dengan transformasi Michael Corleone dari Militer yang tidak mau berurusan dengan bisnis kotor ayahnya menjadi Don yang baru setelah Don Vito meninggal.

Dalam menjalankan bisnisnya, Don Vito dibantu oleh dua teman karibnya yaitu Peter Clemenza dan Salvatore Tessio sebagai “caporegime,” Tom Hagen sebagai “consigliere” dan Sonny Corleone sebagai “underboss.”



Persaingan bisnis di New York kala itu melibatkan lima keluarga besar yaitu Corleone, Barzini, Tataglia, Cuneo dan Stracci. Persaingan dan permainan kotor halal dilakukan. Don Vito sempat hampir terbunuh di pasar buah. Michael tidak mau tinggal diam dan bertekad membalaskan dendam demi ayahnya.

Pada The Godfather: Part I (1972) inilah dikisahkan bagaimana Michael menjadi pemimpin keluarga Corleone menggantikan Vito.

The Godfather: Part II (1974)

Pada Part II ini dikisahkan keluarga Corleone yang dipimpin oleh Michael menghadapi lawan baru yang berani menembaki rumah kediaman Michael dan anak istrinya saat tidur di malam hari.

Sebagai kepala keluarga yang menjalankan bisnis didalam keluarga Corleone, Michael harus mencari tahu siapa dalang dari penembakan tersebut yang ingin membunuhnya.

Di film kedua inilah kejayaan keluarga Corleone semakin berada di atas awan di bawah pimpinan Don Michael Corleone. Bisnis yang sudah dimulai oleh ayahnya tetap dijalankan dengan cara yang sama dan bahkan semakin besar dan semakin sukses.



Bisnis keluarga Corleone merambah ke Las Vegas, Hollywood dan Kuba. Keberhasilan itu merupakan kejeniusan dan kecerdasan Michael mempersiapkan konsep meninggalkan bisnis ilegal.

Ternyata semakin suksesnya bisnis maka semakin banyak juga pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Michael dalam bisnis, sebutlah Senator Pat Geary dengan ngotot mencari bukti bahwa bisnis keluarga Corleone adalah bisnis ilegal dan disertai pertumpahan darah.

Senator menggunakan Frank Pantangeli, seorang loyalis Corleone. Michael juga mendapatkan rintangan dari Hymen Roth, seorang pebisnis teman lama ayahnya (Don Vito).

Kedua film di atas memberikan cerita mafia yang penuh lika-liku tanpa membuat bosan penontonnya. Selalu ada misteri mengenai siapa yang sebenarnya menjadi lawan Michael.

Melihat Michael perlahan menanjak menjadi seorang Don yang disegani dengan menghancurkan lawan-lawannya, mampu menjadi tontonan yang menghibur. Ditambah lagi terdapat kisah Vito yang rasanya lebih kharismatik dibandingkan Michael.

The Godfather: Part III (1990)

Film ketiga Godfather yang dirilis 24 tahun setelah The Godfather Part II, dikisahkan bahwa Michael sudah tua dan tidak mampu menemukan figur penerus atau suksesor pada diri kedua anaknya: Mary Corleone dan Anthony Corleone.

Anthony sangat berbeda dengan ayahnya. Bahkan, ia sangat marah ketika dia tahu bahwa pamannya, Fredo dibunuh Al Neri (bawahan Michael) atas perintah ayahnya.

Melihat persaingan bisnis yang semakin berbahaya, Michael justru menemukan sosok suksesor pada salah satu keponakannya, Vincent Corleone. Mirip seperti kedua film terdahulunya, terdapat lika liku bisnis mafia yang penuh kelicikan dan penghianatan di dalamnya.

Kejayaan bisnis keluarga Corleone ternyata bertahan sangat lama dan Don Michael sudah meninggalkan cara kerja mafia dalam bisnisnya. Michael sekarang menjalankan bisnis yang legal dan jauh dari intimidasi dan kekerasan.



Banyak sekali hal menarik di film ketiga ini, seperti konflik keluarga hingga keterlibatan pihak Vatikan dalam perebutan bisnis dan munculnya Vincent Corleone sebagai Don atas desakan dan dukungan dari adik Michael, Connie Corleone.

Ketiga film ini merupakan satu kesatuan, jika tidak semua ditonton maka akan terasa kurang dapat dinikmati karena ada cerita yang masih menggantung.

Trailer




Pesan ‘Pendidikan’

Tidak hanya menghibur tapi benar-benar Don Vito Corleone secara nyata menggambarkan sosok seorang lelaki yang mengepalai organisasi mafia yang masuk, kedalam sosok seorang God father mafia yang nyaris sempurna. Cerdik sekaligus menjunjung tinggi Humanisme.

Pertama

Kita bisa menilai sosok Don Corleone bukan orang yang sekedar memiliki nyali gede dan tidak takut mati. Sebagai pemimpin organisasi mafia, pasti dia harus siap mati kapanpun saja, dimana saja. Tetapi ia memiliki kecerdasan, dibandingkan dengan teman-teman se-Gengnya, dan lebih cerdas dari semua orang yang ada didaerah itu untuk tetap bisa bertahan hidup ditengah ancaman lawan dan seterus nya.

Simak secara seksama ketika ia memutuskan untuk membunuh lawannya: Don Fanucci. Sebelumnya Vito, dengan sangat teliti dan hati-hati ia menyelidiki latar belakang Fanucci dan menemukan, sebenarnya ia bukan benar-benar Boss Mafia yang ditakuti,  maka, ia tak segan menghabisi lawannya tersebut.

Pelajaran yang bisa diambil: Tahu diri. Sadar akan kemampuan diri sendiri dan seberapa besar kemampuan musuh. Ini berguna dalam hidup dan bisnis.

Don Corleone, tahu betul kemampuan lawan sebelum ia menghabisinya, bukan saja membuat wilayah kekuasaan dirinya bertambah besar, tapi juga sekaligus ia bisa menghindari upaya balas dendam dari musuh karena sang lawan akan berfikir dua kali bila akan melakukan aksi balas dendam.

Kedua

Manajemen organisasi yang baik. Tak akan banyak menyadari bahwa dibalik sosok Don Corleone yang ambisius dan punya nyali, ia memiliki kecerdasan dalam berbisnis terutama dalam hal me-‘manage’ anak buah.

Ingat nggak cerita diawal-awal film ini, ketika dia mengatakan kepada dua orang kepercayaannya; Peter Clemenza dan Salvatore Tessio bahwa sebaiknya mereka jangan terlihat tampil bersama-sama di tempat umum. Ini dimaksudkan untuk tujuan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi menimpa mereka dan organisasi.

Tapi setelah melewati part ke II dari film ini, baru kita ngeh, maksud Don Corleone ialah lebih pada menjaga keamanan dirinya sendiri. Ia tidak ingin bila kedua temannya tersebut terlalu “dekat” hingga suatu saat akan berbalik mengancam dirinya dan kekuasaan yang dibangunnya.

Hal yang seringkali dan rentan terjadi dalam dunia mafia. Begitu pula dalam hidup dan bisnis. Kadang teman yang udah kita percaya bisa balik menyerang kita bukan? Ini pelajaran lain yang bisa diperoleh lewat film ini.

Ketiga

‘Keluarga adalah Segalanya’

Coba perhatikan dari awal sampai akhir film, banyak sekali part yang menggambarkan kecintaan sang Godfather kepada keluarganya. Terlebih untuk anak-anaknya.

Don Corleone sudah merencanakan banyak hal yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan betapa dia sangat mengenal karakter dari masing-masing anak-anaknya sehingga semua rencana yang ia buat tak lepas dari sifat dan bakat anak-anaknya.

Yang menarik adalah sejak awal tidak melibatkan anak ketiganya, Michael Corleone kedalam bisnis mafia yang dipimpinnya. Ini karena ia melihat bakat besar dalam dirinya yang bisa menjadi seseorang “di jalur yang baik-baik”.

Oleh karena nya dia mengarahkan Michael menjadi seorang gubernur, senator bahkan presiden. Dia sangat menyadari bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga yang bisa melanjutkan harkat dan martabatnya.

Kesimpulan

Saya menghormati sosok Don Corleone. Bukan saja sebagai pemimpin organisasi mafia, tapi juga sosok pemimpin. Bukan cuma ahli bernegosiasi, tapi juga selalu mengenal siapa lawan, siapa kawan dan tahu segala resiko yang bakal ia hadapi.

Ia juga selalu bertindak ekstra hati hati, dia seperti pemain catur yang sudah berpikir 10 langkah kedepan ketika kamu baru berpikir mau maju, dengan pion yang mana.

Ia memilki semua, karena ia mempunyai cinta yang sangat besar kepada keluarganya, tentu saja keluarga yang hebat sebagai pendorong motivasinya dalam hidup.

Kutipan

Beberapa kutipan yang ada dalam film The Godfather, cek dibawah bro.

You talk about vengeance. Is vengeance going to bring your son back to you? Or my boy to me?.

Kau berbicara tentang balas dendam. Apakah balas dendam akan menghidupkan kembali anakmu? atau anakku?.

– Vito Corleone

If anything in this life is certain, if history has taught us anything, it is that you can kill anyone.

Jika ada sesuatu dalam hidup ini yang pasti, jika sejarah telah mengajarkan kita sesuatu, kamu bisa membunuh siapa pun.

– Michael Corleone

I’m gonna make him an offer he can’t refuse.

Aku akan memberinya tawaran yang tidak bisa dia tolak

– Vito Corleone

Never hate your enemies. It affects your judgment.

Jangan pernah membenci musuhmu. Itu akan mempengaruhi penilaianmu.

– Vito Corleone

A man who doesn’t spend time with his family can never be a real man.

Seorang pria yang tidak menyempatkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga tidak akan pernah menjadi pria sejati.

– Vito Corleone

Lawyers can steal more money with a briefcase than a thousand men with guns and masks.

Para pengacara dengan bermodal kopernya mampu mencuri uang lebih banyak daripada seribu pria dengan senjata dan topeng.

– Michael Corleone

Mereka berbicara saat seharusnya mendengarkan …

– Vito Corleone

Jangan pernah katakan ke orang luar apa yang kau pikirkan

– Vito Corleone

Kau bukan pengacara masa perang, Tom. Akan lebih menyulitkan disaat seperti ini…

– Michael Corleone

Posting Komentar untuk "The Godfather Trilogy"