Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta Titanoboa, Ular Purba Terbesar yang Pernah Hidup di Muka Bumi





Mungkin kamu sudah tidak asing dengan anakonda, ular raksasa yang terkenal karena sering dijadikan bahan film horor. Ukuran jumbonya menjadi daya tarik ular tersebut, tapi juga sekaligus membuat banyak orang bergidik ngeri.

Tapi, ternyata ular anakonda bukan yang terbesar di dunia, lho. Sejarah pernah mencatat bahwa ular terbesar di dunia adalah Titanoboa, yang kini sudah punah. Berikut beberapa fakta unik sekaligus menyeramkan ular Titanoboa.

Ukuran Titanoboa


Seperti yang dikatakan sebelumnya, Titanoboa memiliki ukuran yang sangat besar. Panjang tubuh normalnya diperkirakan mencapai 15 meter (bisa lebih) dengan diameter 1 meter lebih. Tidak hanya itu saja yang membuatnya mengerikan, bobot ular raksasa ini bisa mencapai satu ton lebih!

Cara berburu Titanoboa


Titanoboa berburu dengan cara menerkam langsung musuhnya, setelah itu ia akan melilitnya sampai remuk dan membuka mulutnya yang lebar. Memang terliat sama dengan cara berburu ular saat ini. Utuk mangsa, kemungkinan besar buaya menjadi makanan Titanoboa lantaran habitat mereka yang berdekatan. 

Satu zaman dengan kura-kura Carbonemy


Titanoboa hidup pada pertengahan hingga akhir zaman Paleosen, beberapa juta tahun setelah dinosaurus punah terhantam meteor. Di zamannya, hewan-hewan sudah mengalami evolusi bentuk yang bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk hewan saat ini. 

Para peneliti yakin bahwa ular raksasa ini hidup satu zaman dengan kura-kura Carbonemy, kura-kura terbesar sepanjang sejarah dengan panjang 4 meter yang bobotnya bisa mencapat 2 ton! Hal ini dikarenakan fosil Carbonemy ditemukan di tambang batu bara di Cerrejon di Kolombia, tempat ditemukannya tulang-tulang Titanoboa.

Alasan ukurannya yang sangat besar


Titanoboa termasuk hewan berdarah dingin yang hidup di lingkungan hangat dan lembap. Ular ini diperkirakan hidup sekitar 58 sampai 60 juta tahun yang lalu, di mana saat itu Bumi memiliki temperatur yang panas akibat meteror-meteor yang baru menghantam bumi. 

Temperatur di habitatnya kemungkinan 33 derajat Celcius, lebih tinggi dari masa sekarang yang 28 derajat Celcius. Suhu yang lebih hangat ini meningkatkan metabolisme hewan-hewan berjenis Poikiloterm (darah dingin). Itulah yang menyebabkan Titanoboa memiliki ukuran yang sangat besar. 

Penyebab kepunahannya belum jelas


Masih tidak diketahui pasti penyebab punahnya Titanoboa. Namun para peneliti menduga bahwa menurunnya suhu Bumi saat itu menjadi alasan utamanya. Ular tidak mampu untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri dan sangat bergantung dengan panas dari luar untuk bisa bertahan hidup. Ini karena sifatnya yang berdarah dingin, penurunan suhu global secara drastis menyebabkan proses metabolisme Totanoboa menjadi sulit.

Kondisi ini akhirnya membuat ular-ular besar seperti Titanoboa mati dan menyisakan ular-ular berukuran kecil. Dugaan lainnya adalah Titanoboa kehilangan hutan sebagai habitatnya yang membuat mereka punah.  

Itulah beberapa keunikan Titanoboa, ular terbesar sepanjang sejarah yang pernah hidup di Bumi. Bagaimana pendapat kamu?

Posting Komentar untuk "5 Fakta Titanoboa, Ular Purba Terbesar yang Pernah Hidup di Muka Bumi"