Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aktifitas Para Carder – Carding



Baik, bertemu lagi dengan saya yang gamteng pada artikel yang akan membahas tentang carding. Apa itu Carding? Carding adalah transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit atau debit orang lain, hingga pemilik kartu dirugikan secara materil maupun non-materil.

Nah, pelaku kayak gini punya sebutan Carder gaes. Meskipun sebutan-nya agak keren, tetapi tetap saja tindakan carding melawan hukum karena sama saja dengan mencuri uang orang lain. Penggunaan barang secara tidak sah atau illegal tetap masuk penjara lhoh wiu wiu wiu.

Pola Kejahatan


Terdapat dua pola kategori dalam kejahatan pembobolan kartu kredit ini gaes, Card Present dan Card not Present.

Card Present


Proses pencurian data dilakukan dengan memanfaatkan mesin EDC yang ada di tempat komersial. Biasanya menggunakan alat yang disebut card skimmer. Alat ini biasanya disimpan di bawah meja kasir. Kartu yang sudah digesek di mesin EDC kemudian digesek ulang di card skimmer ini untuk dicuri datanya.

Namun bahasan kali ini bukan tentang pola pertama yang memakai card skimmer. Tetapi, tentang pola kedua yaitu Card Not Present.

Card not Present


Pola kedua lebih sering terjadi. Pola ini relatif lebih sulit dilacak, apalagi jika tidak ada laporan dari masyarakat yang jadi korban.

Kejahatan ini menggunakan internet sebagai alat bantunya. Teknik umum yang sering digunakan adalah spamming email, phising ataupun scamming untuk mendapatkan data-data pemilik kartu kredit.

Korban yang menerima email phising tidak menyadari bahwa yang meminta data-data pribadi mereka bukan dari bank penerbit kartu. Melainkan penjahat yang akan memanfaatkan data tersebut untuk kepentingan pribadi mereka.



Ruang Lingkup


Ada 2 ruang lingkup kejahatan carding yaitu:

  1. Nasional: Carder melakukan pencurian data dalam lingkup satu negara.
  2. Transnasional: Carder yang melakukan pencurian data melewati batas negara.

Carder biasanya bakalan beraksi pada skala internasional atau lingkup transnasional, ter-utama carder tanah air ini.

Ada beberapa faktor yang membuat carder memilih lingkup trans nasional:

  • Etika
    • Mereka tidak berani mencuri di negara sendiri. Meski ada yang mampu dan berani, banyak dari mereka tidak mau membantai negara sendiri.
  • Proses Hukum
    • Mungkin mereka berfikir, skala trans nasional akan relatif lebih aman. Bule kalo lapor pasti keluar duit banyak, kebanyakan dari mereka pasti ga mau lapor.
    • Dan juga, proses hukumnya dilakukan dengan menggunakan hukum tersendiri karena melewati batas negara.

Mau proses hukumnya sendiri atau gandengan namanya pidana ya tetep aja berat boss.

Sasaran


Kartu kredit atau nomor kartu debit dapat dicuri dari situs web yang tidak aman atau dapat diperoleh dalam pencurian database.

Sasaran utama komplotan yang beraksi secara kolektif ini adalah situs-situs berbasis e-commerce (toko online) atau yang prioritas website-nya adalah jual beli, perbankan, maskapai, jaringan perhotelan hingga pembelian game secara online.

Secara kolektif diatas maksudnya adalah mereka punya tugas masing-masing. Bahan-bahan yang diperoleh untuk melancarkan aksinya juga didapat dari temannya itupun tidak gratis. Sederhananya, mereka juga memperjual belikan data dan tools untuk beraksi.

Format Kartu


Kartu kredit yang biasa diperjual belikan memiliki format sebagai berikut.

| Nomor Kartu Kredit | Tanggal Exp | Kode CVV2 | Nama pada Kartu | Alamat | Kota | Negara | Negara | Kode Pos | Telepon # (kadang ngga ada, tergantung dari mana dapet kartunya) |

| 4305834969346315 | 05 | 2023 | 585 | UNITED STATES | John Cena | 211 Stone Wayne Lane | Easternton | MA | 01949 | |

Jenis Kartu Kredit


Setiap perusahaan kartu kredit memulai nomor kartu kredit mereka dengan nomor unik untuk mengidentifikasi satu per satu seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

  • American Express (AMEX Card): 3
  • Visa Card: 4
  • Master Card: 5
  • Discover (Disco): 6

Istilah Dalam Carding


Berikut ini adalah istilah istilah yang biasa digunakan dalam carding. Apa saja istilah istilahnya?

Bank Identification Number (BIN).


Bank Identification Number atau BIN adalah empat hingga enam angka awal yang muncul pada kartu kredit. Nomor identifikasi bank secara unik mengidentifikasi institusi yang mengeluarkan kartu. BIN adalah kunci dalam proses pencocokan transaksi dengan penerbit kartu tagihan.

Misal 6-digit nomor 431408.

Beberapa situs website referensi yang memberikan info BIN yang direferensikan, yaitu;

  • www.bins.pro
  • www.binlists.com
  • www.exactbins.com

VBV (Verified by Visa)


Perlindungan tingkat ekstra ditambahkan oleh Visa untuk melindungi Kartu dari penipuan. Seperti DOB, kata sandi, nomor Jaminan Sosial dan nama Ibu, dll. Juga mengirim OTP (kata sandi satu kali) sebagai tingkat keamanan tambahan ke nomor ponsel pemilik kartu untuk memvalidasi transaksi.

NON VBV (Verified by Visa)


Sangat mudah untuk digunakan. Tidak perlu informasi tambahan seperti yang ditentukan dalam kartu VBV saat melakukan transaksi.

MSC (MasterCard Secure Code)


MasterCard Secure Code (MSC) adalah level keamanan seperti VBV card.

Address Verification System (AVS)


Sebuah sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat asli pemegang kartu kredit dengan alamat penagihan yang disediakan oleh pengguna saat berbelanja atau transaksi online. Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi penipuan online melalui internet.

Aktifitas Carder


Dibawah ini beberapa aktifitas carder yang saya screenshot dari media sosial facebook.










Udah, segitu aja dulu semoga kawan-kawan tidak menjadi korban dari kejahatan cyber ini ya. Maap, klo ada salah kata.

Semoga tulisan ini bermanpaat bagi nusa dan bangsa 🙂 buat pak polisi kalau mau nangkep cek aja friendlist ku pak biar pada kapok.

Posting Komentar untuk "Aktifitas Para Carder – Carding"