Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Hanya Sedikit Negara Yang Memiliki Kapal Induk?




Catatan, perhitungan disini kurang akurat karena hanya perkiraan saja. Data yang diambil juga dari beberapa tahun yang lalu sehingga mungkin sudah berbeda di tahun ini.

Jika dipostingan ini ada yang kurang atau kesalahan monggo di tulis di kolom komentar biar nanti diperbaiki.

Biaya Pembangunan Mahal dan Sulit


Kapal induk memiliki ukuran yang sangat besar. Sebuah kapal rata-rata memiliki panjang 200 hingga 300 meter dari ujung ke ujung. Besarnya ukuran dikarenakan kapal induk memiliki hangar yang luas untuk menampung pesawat yang dibawanya.

Gambar: Kapal Induk Amerika 'Carl Vinson' di perairan Selat Sunda 


Selain itu ia harus memiliki ruang bahan bakar dan amunisi yang besar untuk skuadron penempur mereka serta pasokan spare part pesawat yang dibawa.

Selain itu bagian lambung kapal terbuat dari pelat baja yang sangat kuat dan sangat tebal, bertujuan untuk memberi perlindungan kebakaran dan kerusakan selama pertempuran. Serta memberi perlindungan ekstra dari serangan torpedo, apabila torpedo musuh mengenai bagian bawah kapal dan merusak lapisan baja paling luar maka lapisan kedua akan mencegah kebocoran.

Besar dan kompleksnya bagian dari kapal induk (selanjutnya disebut carrier) membuat hanya galangan-galangan kapal besar yang dapat membangunnya. Selain itu pembuatan kapal induk membutuhkan waktu lebih lama dari pada kapal lainnya.

Inggris misalnya, Hms Queen Elizabeth (r08) dibangun selama 8 tahun hingga benar benar beroperasi di angkatan laut kerajaan. Pembangunan carrier tersebut menelan biaya sebesar 54 triliun rupiah. Belum termasuk dengan biaya para pekerja kapal serta pesawat yang diangkutnya.

Gambar: HMS Queen (kanan) dalam proses pembangunan.


Oh ya, kapal induk Queen Elizabeth ini masih menggunakan mesin konvesional gas turbin dan diesel bukan nuklir seperti kepunyaan Amerika Serikat. Selain menghabiskan dana 54 triliun Rupiah untuk pembangunan,biaya pengembangan progam HMS Queen Elizabeth menyentuh angka 111 triliun rupiah.

*FYI : Saat ini kapal induk paling mahal ialah ‘Gerald R. Ford’ milik angkatan laut Amerika Serikat yang bernilai sekitar 180 triliun rupiah.

Perlu Kekuatan Udara Yang Kuat


Setelah kapal induk diluncurkan dari galangan, maka akan dilakukan serangkaian uji coba sebelum resmi berdinas di angkatan laut. Setelah uji kelayakan selesai dan dianggap oke, maka kini saatnya kapal induk diisi dengan pesawat-pesawat tempur yang akan ia bawa selama bertugas.

Rata-rata kapal induk dapat mengangkut 40-80 dalam hangarnya tergantung tipe kapal, biasanya dalam Air Wings (kekuatan udara) kapal induk diisi dengan belasan pesawat serbu,pesawat intai,pesawat aew(semacam radar berjalan) serta helikopter anti kapal selam.

Namun meskipun memiliki kapasitas angkut yang lumayan besarv,kapal induk hanya membawa setengah kekuatan mereka disaat masa-masa damai.

Untuk mengisi kekuatan sebuah kapal induk tidaklah murah, andaikata jika sebuah carrier membawa 40 pesawat tipe F/A-18 Super Hornet buatan Amerika seharga sekitar 740 miliar rupiah maka dikalikan 40 maka akan menyentuh 29,6 triliun rupiah. Itu belum termasuk persenjataan (rudal dkk), perawatan berkala, spare part dll.

Gambar: F/A-18 Super Hornet milik US NAVY.


Untuk f-18 sendiri memiliki biaya operasional 11 ribu dollar atau 160 juta per jamnya (dihitung dari avtur yang dikonsumsi, perawatan berkala dll)

Oh ya, Buat kalian yang berfikir “kan bisa pesawat yang didarat dipindah ke atas kapal induk..?”

Hohohohoho tidak semudah itu. Sebuah pesawat berbasis kapal induk (carrier based) memiliki variant khusus dan berbeda dengan yang didarat. Pesawat berbasis kapal induk harus mampu take-off dengan jarak pendek dan frame harus cukup kuat saat mendarat dengan tali pengait. Selain itu, sayap pesawat umumnya dapat dilipat, memudahkan operasi di tempat yang sempit seperti kapal induk

Biaya Operasional


Setelah kapal masuk layanan dan resmi berdinas, maka akan memiliki awak kapal yang memiliki bagian tugas masing masing dalam kapal. Sebuah kapal induk akan memiliki ribuan awak kapal ditambah dengan kru penerbang.

Gambar: Admiral Kuznetzov milik AL Russia


Kita ambil contoh kapal induk rusia ‘Admiral Kuznetzov’ memiliki 1690 kru termasuk dengan kru penerbangan, kita bulatkan menjadi 1,700. Seluruh kru tersebut tiap harinya mendapatkan fasilitas makan di kapal,andaikata mereka sehari makan 100,000 perharinya dikali 1700 orang maka total 170 juta/hari untuk sekedar ‘makan’.

Lalu, tiap bulan awak kapal tetap digaji bukan?

Mulai dari mereka yang sekedar tukang cuci piring hingga kapten yang memimpin kapal. Tiap bulannya digaji dan ini secara tidak langsung masuk ke dalam biaya mengoperasikan carrier.

(mohon maap, ts ga nyantumin itung-itungannya karena belum nemu source yang pasti tentang bayaran awak kapal induk)

Bahan Bakar


Selain kru, kapal juga membutuhkan bahan bakar agar tetap dapat bergerak. Kapal induk nuklir mungkin dapat berlayar kemana saja tanpa memikirkan bahan bakar karena dengan reaktor mereka memiliki daya jelajah ‘unlimited’.

Untuk carrier non nuklir akan menggunakan bahan bakar yang diisi saat kembali ke pangkalan ataupun refulling dengan kapal tanker ditengah lautan lepas. Carrier memiliki kapasitas penyimpanan bahan bakar yang besar untuk mendukung operasi jarak jauh dan butuh waktu lama untuk mengisi penuh bahan bakar kapal.

Selain itu kapal induk harus membawa bahan bakar jet untuk para pesawat yang diangkut. Setelah bahan bakar ada pula biaya perawatan berkala kapal mulai dari perawatan kecil hingga besar.

Belum ada pernyataan/informasi tentang berapa pengeluaran operasional kapal induk perharinya. Namun diperkirakan kapal induk Amerika kelas Nimitz memiliki biaya operasional sebesar 1,5 juta dollar atau 21 miliar rupiah per harinya.

Angka tersebut bisa kurang atau lebih tergantung apa yang dilakukan kapal induk itu,jika carrier meluncurkan banyak pesawat perharinya maka biayanya akan meningkat.

Tak hanya itu, kapal induk nuklir Amerika butuh waktu 15 tahun dan budget 22 triliun untuk membongkarnya setelah dipensiunkan.

Butuh Pengawal


Dengan pentingnya peran kapal induk dalam pertempuran membuatnnya menjadi target utama pihak musuh. Pihak lawan akan meluncurkan serangan besar-besaran mulai dari serangan udara, rudal anti kapal, serta serangan bawah laut dari kapal selam.

Oleh karenanya kapal induk tidak berlayar sendirian biasanya ada 2-5 kapal lain yang melindungi kapal induk dari segala ancaman, diikuti juga 1-2 kapal logistik sebagai pembawa supply bagi carrier. Iring-iringan ini biasa disebut Carrier Strike Group atau Battle Group.

Gambar: Carrier Battle Group era 90-an


Kapal pengawal (escort) juga bukan kapal sembarangan,mereka harus bisa berlayar kemana saja bersama kapal induk. Sanggup melewati ombak tinggi di samudera serta memiliki pertahanan yang cukup untuk melindungi kapal induk.

Di udara sekitar empat pesawat tempur dan mata-mata akan terbang patroli dengan jarak sekitar 500 km dari kapal induk. Mereka semua menjadi sistem pertahanan paling luar dari grup tempur ini.

AL Amerika Serikat merupakan contohnya, mereka sudah 80 tahun lebih mengoperasikan kapal induk dan telah berpengalaman cara menjaga kapal induk dari serangan musuh. Mereka menempatkan satu kapal penjelajah ruda dan dua atau tiga kapal destroyer rudal.

Kapal Penjelajah


Kapal Penjelajah adalah pengawal utama yang bertugas ordinasikan pertahanan kapal induk, khususnya terhadap ancaman udara. Bersembunyi di suatu tempat di dekatnya ada kapal selam serangan nuklir yang melindungi seluruh kelompok tempur dari ancaman bawah permukaan.

Gambar: Kapal Perusak Rudal milik Amerika. Cocok sebagai pengawal Kapal Induk karena kemampuan jelajahnya


Dengan banyaknya pengawal dan elemen yang terlibat membuat biaya menjadi sangat besar, Amerika Serikat mengeluarkan sekitar 93 miliar rupiah per harinya untuk mengoperasikan sebuah gugus tempur carrier, ingat itu baru perhari loh ya kalau per minggu/bulan silahkan dikali sendiri.

Perlu Fasilitas Khusus


Dengan ukurannya yang besar membuat tidak semua pelabuhan dapat menampungnya. Kapal Induk memiliki draft (bagian bawah air kapal) yang besar. Oleh karenanya hanya dermaga yang memiliki kedalaman lumayan dalam untuk menampung kapal induk berlabuh.

Di masa masa damai seperti sekarang kapal induk lebih banyak duduk di Homeport (Pangkalan) dibanding berlayar dilautan. Oleh karenanya Pangkalan kapal induk harus dijaga oleh sistem pertahanan agar tidak terjadi hal-hal tidak di inginkan.

Kesimpulan


Kesimpulannya, mempunyai kapal induk merupakan kebanggaan tersendiri bagi negara tersebut apalagi bagi mereka yang mempunyai lebih dari satu kapal induk.

Dengan kapal induk sebagai simbol kekuatan, mereka akan lebih disegani dan diperhitungkan oleh Negara-negara lain.

Namun, memiliki kapal induk membutuhkan biaya operasional yang tinggi, bahkan untuk berlayar sehari saja butuh anggaran yang cukup besar. Belum lagi kapal induk harus melakukan perawatan berkala agar kapal induk tetap berfungsi maksimal.

Dengan biaya operasional yang mencapai miliaran atau triliunan rupiah membuat tidak banyak negara yang mampu membiayai operasional kapal induk.

Coba banyangkan jika myammar memaksa membangun kapal induk jenis Gerald Ford seharga $13 Miliar sementara anggaran belanja myammar hanya sekitar $12,9 Milliar(2014).

Seumpama myammar betul-betul membangun kapal induk ini maka negara itu bakal tak punya apa-apa lagi untuk biaya operasional pemerintah dan rakyatnya.

Jadi Kalau anda bertanya-tanya kenapa negara A/B Tidak memiliki kapal induk, ya jawabannya karena “tidak sanggup”.

Posting Komentar untuk "Mengapa Hanya Sedikit Negara Yang Memiliki Kapal Induk?"