Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anak Emas: Diasuh Dengan Ketat Dan Rasa Takut, Berakhir Menjadi Pembunuh





Satu kisah yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang tua. Jennifer Pan adalah seorang anak yang sempurna. Dia selalu peringkat paling atas di kelasnya, pianis berbakat, skater yang mendapat penghargaan. Saat usianya 12 tahun, dia telah mengumpulkan banyak trofi dari akademisi, musik, dan skating.

Namun, orang tuanya terutama ayahnya terus menganggap prestasi yang dicapainya sebagai sebuah hal kecil, dan terus berharap lebih padanya. Jennifer pan tidak pulang ke rumah lalu mendapat pelukan hangat dari orangtuanya, dia hanya mendapatkan orangtuaya mengerutkan kening dan bertanya mengapa dia tidak bisa melakukan yang lebih baik, meskipun mendapatkan nilai tertinggi.


Orang tuanya juga melarangnya bergaul dengan teman-temannya, meski pada kesempatan langka Jennifer diizinkan untuk menginap, mereka mengantarnya terlambat dan menjemputnya pagi-pagi (sangat awal).  Dia tidak diizinkan menghadiri pesta dansa sekolah, pergi ke pesta ulang tahun, atau berlibur bersama teman-temannya.

Di sekolah menengah, nilainya mulai turun dan nilai A-nya menjadi nilai B. Untuk remaja, rata-rata hal ini dapat diterima tetapi tidak dalam keluarga Pan. Jadi Jennifer Pan memalsukan nilainya. Beberapa kali, ia memalsukan kartu laporan menggunakan templat palsu.

Alih-alih seorang anak emas, orang tuanya membentuk siswa sempurna jangka pendek hingga siswa itu menjadi pembohong sempurna.


Di sekolah menengah, dia bertemu pacarnya, Daniel Wong, yang memberinya sesuatu yang jarang dilakukan orang tuanya; kasih sayang dan penerimaan untuk siapa dia dan bukan untuk prestasinya. Tetapi hubungan ini kompleks dan Daniel Wong dianggap memiliki pengaruh buruk baginya.

Setelah gagal kalkulus dan ditarik dari Ryerson University, Jennifer Pan memalsukan surat penerimaan dan penghargaan beasiswa untuk menenangkan orang tuanya. Selama dua tahun, dia berpura-pura kuliah di Universitas dan bukannya tinggal di kamar asrama, dia tinggal bersama Daniel Wong.

Pada ujian akhir tahun sekolah, Jennifer Pan gagal menyelesaikan kalkulus, sehingga dia tidak diterima masuk ke universitas  yang akan dituju, yaitu Ryerson University .

Jennifer Pan yang sudah tidak tahan dianggap sebagai kegagalan, mulai membohongi orang-orang yang dia kenal, termasuk orangtuanya, dengan berpura-pura diterima dan akan tinggal di asrama kampus lalu kuliah.

Sebenarnya Jennifer tinggal bersama pacarnya. Sebagai gantinya, ia mengajar sebagai instruktur piano dan bekerja di restoran untuk mendapatkan uang.

Ketika orang tuanya tahu jika putrinya berbohong, mereka menghukum Jennifer dan menguncinya di rumah. Jennifer juga dilarang menggunakan laptop dan hpnya. Meski begitu, ibunya masih toleran membiarkan putrinya menggunakan ponselnya dari waktu ke waktu. Saat inilah Jennifer berencana untuk membunuh ayahnya.

Akhirnya Jeniffer datang dengan ide untuk menyewa pembunuh bayaran. untuk membunuh ibu dan ayah Jennifer. Sebagai gantinya, ia akan memiliki harta warisan yang cukup banyak untuk tinggal berdua besama Daniel.

Pada tanggal 8 tahun 2010, aksi ini dilakukan di kediaman Jennifer. Dia membukakan kunci pintu untuk pembunuh bayaran yang sudah memegang pistol untuk membunuh ibu dan ayahnya.

Ibunya meninggal karena tembakan itu tetapi upaya pembunuhan gagal untuk ayahnya. Sang ayah terbangun dari koma setelah tiga hari. Ketika dia terbangun dari koma, dia mengatakan kepada penyidik ​​polisi bahwa dia ingat putrinya berbicara dengan lembut dengan pembunuh bayaran ini.

Jennifer Pan menjadi tersangka pembunuhan dan dihukum 25 tahun penjara.

Didikan ketat tanpa kehangatan menciptakan manifestasi kebencian dan kemarahan yang membawa Jennifer ke jalan kejahatan.

Postingan ini tidak ditulis untuk membenarkan pembunuhan mengerikan ini tetapi sebagai pelajaran bagi orang tua atau orang tua masa depan. Untuk tidak memiliki gaya pengasuhan seperti keluarga Pan.

Bentuk pengasuhan terbaik adalah memberikan kehangatan, dukungan, dorongan, dan motivasi kesuksesan tanpa tekanan yang tidak perlu.

Jennifer Pan di ruangan introgasi

Jennifer Pan saat reka ulang adegan


Referensi:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jennifer_Pan
  • http://www.everybodykills.com/from-harmless-to-harmful-what-made-jennifer-pan-a-murderer/

Posting Komentar untuk "Anak Emas: Diasuh Dengan Ketat Dan Rasa Takut, Berakhir Menjadi Pembunuh"