Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kegiatan Dan Tugas Di Macam Jenis Kapal Selam - US NAVY



Bagi yang pernah menjalani beberapa pekerjaan yang berbeda-beda, pasti merasakan bahwa suasana dan kultur di tempat kerja satu dengan yang lainnya berbeda.

Hal yang sama juga ada dalam militer. Salah satu contohnya dapat dilihat di dalam kekuatan kapal selam AL AS.

Ada kapal selam yang suasananya selalu sibuk dan awaknya dituntut sigap. Ada kapal selam yang suasananya 'membosankan' dan awaknya lebih banyak mendapat waktu lowong. Ada kapal selam yang suasananya 'elit' karena diisi oleh awak-awak dengan rating yang tinggi.

Veteran AL AS Jelaskan Perbedaan Kultur dalam Tiga Jenis Kapal Selam Militer


Dunia kapal selam militer bukanlah sebuah dunia yang bersifat monolitik. Meskipun semua jenis kapal selam beroperasi di bawah permukaan, pengalaman awak kapal selam selama bertugas dapat berbeda-beda tergantung kapal selamnya.

Kultur yang berbeda-beda dalam setiap jenis kapal selam ditentukan oleh peran apakah yang dijalankan kapal selam tersebut.

Mantan soperator sonar AL AS Aaron Amick, yang terkenal dengan nama Youtube Jive Turkey menjelaskan seperti apakah perbedaan kultur tersebut dalam armada kekuatan bawah air AL AS.

Nuclear Fast Attack Submarine (SSN): Chaotic Readiness


Dunia kapal selam serang nuklir bergerak dengan cepat, dan cocok untuk pelaut yang ingin keliling dunia sambil merasakan pacuan. Apabila suatu misi harus dijalankan dengan senyap, AL AS mengirimkan kapal selam serang nuklir seperti Virginia-class, Seawolf-class dan Los Angeles-class.

Contohnya ketika Uni Soviet runtuh, Gedung Putih memerlukan laporan terkait penempatan kapal selam misil balistik Rusia.

A Los Angeles attack class submarine pulls into port.

Karena pengiriman destroyer ke Laut Barents atau penempatan kapal induk lepas Semenanjung Kamchatka dapat dilihat sebagai provokasi, kapal selam nuklir ditugaskan untuk mengamati keluar masuknya kapal-kapal Rusia dari pelabuhan.

Pergerakan kapal Rusia dari SSN kemudian dilaporkan ke Pentagon untuk briefing harian ke presiden di pagi hari.

Platform dengan kemampuan rapid response seperti ini memiliki kultur yang terpusat pada kesiapan. SSN selalu bersiaga baik di pelabuhan maupun di laut karena mereka dapat menerima misi kapanpun, dan harus melakukannya.

Adanya perintah time-sensitive yang masuk menambah tingkat adrenalin para awak dan memicu kegairahan baik bagi officer maupun enlisted.

Kegiatan


Jadwal SSN bersifat dinamis. Kegiatan jangka panjang seperti drydock refit dan pengisian bahan bakar nuklir sudah direncanakan untuk bertahun-tahun ke depan, dan umumnya tidak diganti.

Kegiatan jangka menengah seperti inspeksi keamanan nuklir dan evaluasi kesiapan taktis dilaksanakan secara tahunan, namun waktu pelaksanaanya bisa sedikit fleksibel.

Kegiatan jangka pendek seperti pengisian senjata dan perawatan diesel selalu dilaksanakan sebisa mungkin jika ada waktu senggang ketika kapal selam berlabuh.

Contohnya pada tahun 1992, kapal selam yang diawaki Amick berlabuh pada hari Jumat dengan jadwal keberangkatan selanjutnya di hari Senin. Mesin diesel Fairbanks-Morse kapal selam tersebut memerlukan perawatan sehingga harus dibongkar.

Mesin diesel tetap penting dalam kapal selam nuklir, sebagai sumber tenaga cadangan ketika melaut. Selesai kapal selam ditambat, para auxillaryman mulai bongkar mesin tersebut serta bekerja sepanjang akhir minggu.

Loading torpedoes on the Los Angeles class attack submarine USS Albany.

Pada hari Senin, Amick sudah melihat asap putih dari mesin diesel kapal selam tersebut. Komunitas kapal selam serang AS diwarnai dengan kerja keras, dimana awak mengorbankan waktu di pelabuhan untuk menjamin kesiapan kapal selam.

Pemimpin divisi di kapal selam harus berkomunikasi baik ke atas dan ke bawah rantai komando untuk memastikan tidak ada kegiatan yang berbenturan selama di pelabuhan.

Young petty officer di bagian sonar harus menguji sonar. Weapons officer harus mengisi torpedo. Engineering officer memerlukan truk air murni di dermaga. Tiang komunikasi harus dilepas dan dibawa ke bengkel untuk ruang radio. Sementara itu penyelam juga bekerja di sisi-sisi kapal selam.

Pembagian Tugas


Persaudaraan dalam satuan SSN menjadi erat karena persiapan kapal selam untuk melaut dilakukan sebagai satu awak, bukan hanya individu yang ingin menyelesaikan tugasnya sendiri.

Terdapat rasa bangga yang besar ketika semua peran telah dilakukan dan kepala departemen dapat melapor ke kapten bahwa kapal selam siap berangkat.

Didalam komunitas SSN, ada sebuah kapal selam jenis khusus yang disebut special mission submarine seperti USS Jimmy Carter.

Special mission submarine ini sudah dilengkapi dengan peralatan dan juga awaknya telah terlatih untuk mengemban tugas atau misi resiko tinggi, contohnya seperti menyadap kabel komunikasi bawah laut ataupun mengambil material sensitif di bawah permukaan laut.

Penugasan special mission submarine ini sangatlah sensitif dan penting sebagai kesuksesan tindakan militer ataupun diplomatik.

Ketika pelaut SSN mendapat waktu bebas, mereka cenderung menggila di liberty port (kota-kota pelabuhan yang dipakai untuk 'liburan'). Kebanyakan pelaut akan menghabiskan waktu dengan mengunjungi objek turisme serta restoran di dekat dermaga.

A Los Angeles class attack submarine crewman surveys a carrier strike group with binoculars.


Namun di malam hari, pelaut akan bergerak dari klub malam ke klub malam dan minum-minum bersama kelompok jaga. Amick sendiri sering menghabiskan waktu bersama seorang Fire Control Technician di pelabuhan, memberi tip berlebih ke penari-penari dan meminum bir sambil mendengarkan musik tekno Jerman. Pada pagi hari, semua pelaut harus sudah kembali ke kapal selam untuk berlayar.

SSN memiliki kultur yang bersifat ‘work hard, play hard’. Dengan waktu yang lama dari homeport dan selalu berada di garis depan, awak SSN memandang mereka memiliki harga diri yang tinggi.

Persepsi bahwa mereka merupakan awak elit dapat terlihat dalam motto seperti ”ain’t no slack in a fast attack”, “fast attack, don’t come back" dan “ain’t no pride in a Trident ride.”

Nuclear Ballistic Missile Submarine (SSBN): A Routine Lifestyle


Kebalikan dengan dunia kapal selam serang, dunia kapal selam misil balistik dipenuhi dengan rutinitas dan jadwal dengan koordinasi top-down dari tingkat squadron.

Semua kegiatan SSBN seperti keberangkatan, drydock refit serta inspeksi nuklir dan taktis sudah dijadwalkan untuk empat tahun ke depan. Perawatan rutin dilaksanakan secara otomatis oleh divisi-divisi karena kapan sesuatu bisa dilakukan dan tidak dapat dilakukan sudah jelas.

Tugas & Kegiatan


Penugasan SSN dapat berlangsung selama enam atau tujuh bulan dengan port visit setiap beberapa minggu, namun waktu pergerakan di antara port visit bisa memakan waktu 70-80 hari, lebih panjang dari SSN. Akan tetapi, waktu port visit jauh lebih lama dari awak SSN karena SSBN memiliki dua awak.

Setiap SSBN AL AS memiliki Blue crew dan Gold crew. Ketika kapal selam sedang melaut dengan satu awak selaam 70 hari lebih, satu awak lagi berada di darat untuk berlatih.

USS Pennsylvania pulls into her home port.

Rotasi seperti ini memberikan pelaut gaya hidup rutin yang lebih mendukung untuk berkeluarga. Pelaut SSBN memiliki waktu bersama orang-orang tercinta dan berkuliah.

Bahkan banyak komando SSBN yang memiliki kegiatan ekskul sama dengan komando di darat seperti tim bowling dan softball.

Sisi positifnya memang banyak, namun patroli SSBN bisa memakan waktu tiga bulan yang terasa biasa-biasa saja. Setiap harinya awak SSBN akan bangun, mandi dan makan. Berikutnya mereka menghabiskan waktu enam jam berjaga.

Selama berjaga mereka melaksanakan tugas sesuai perannya masing-masing seperti memeriksa tabung misil, memeriksa suhu dan tekanan.

Ada juga yang memastikan daya reaktor nuklir sama persis pada saat jadwal jaga terakhir karena kapal selam sudah melaju dengan kecepatan 5 knot selama berminggu-minggu dan awak sudah mulai lupa waktu.

Setelah jaga, awak makan lagi lalu melakukan bersih-bersih selama satu jam. Biasanya ada latihan formal, namun juga ada studi maupun kualifikasi yang harus dilakukan. Awak kemudian dapat berolahraga, mandi, menonton film dan tidur.

"Sherwood Forest," the space containing the Ohio class's 24 Trident SLBMs.

Rutinitas tersebut diulangi setiap 18 jam selama berbulan-bulan. SSBN selalu berkelana di lautan dalam lokasi-lokasi terpencil, menjauh dari satelit, jalur perkapalan dan yang paling penting, jauh dari kapal selam lain.

Awak SSBN bersifat pasif secara taktis. Mereka bertanggungjawab menjaga hulu ledak nuklir dari deteksi orang lain sambil menjaga tingkat kesiapan yang tinggi.

Misi retaliasi nuklir merupakan beban mental yang ada di setiap pelaut SSBN, namun jarang dibicarakan. Awak SSBN berlatih keras untuk menjalankan misi yang diharapkan tidak pernah harus dieksekusi.

Nuclear Guided Missile Submarine (SSGN): The Admiral's New Toy


Saat Perang Dingin, empat Ohio-class SSBN diubah menjadi SSGN. Ohio-class SSGN mampu membawa total sebanyak 154 misil jelajah Tomahawk, membawa hingga 66 anggota SEAL, serta memiliki perangkat komunikasi setara dengan kapal komando.

Kemampuan


SSGN AL AS menjalani penempatan terdepan di Guam dan Diego Garcia, namun memiliki waktu pergerakan yang sama dengan SSBN. SSGN mengkombinasikan kemampuan stealth kapal selam misil balistik dengan kapasitas untuk melancarkan serangan senjata taktis massal, insersi pasukan khusus SEAL, serta pengumpulan SIGINT.

Kapal selam serbaguna seperti ini menerima banyak perhatian dari atas squadron dan keberadaan mereka di teater akan mempengaruhi manuver militer maupun diplomatik. Ohio-class SSGN mempunyai setidaknya setengah kapabilitas serang misil taktis yang secara umum dimiliki satu naval task force.

SSGN merupakan aset yang langka, berharga, dan kuat. SSGN mempunyai 'style commands' yang bersifat top-down serta action-oriented, hingga menumbuhkan persepsi harga diri yang kuat diawaknya.

USS Ohio during her conversion from SSBN to SSGN in the mid-2000s.

Awak SSGN memiliki kebanggaan yang besar dalam misi mereka, serta kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas menantang dari Pentagon.

Karena perintah staffing ke SSGN memiliki demand yang tinggi, SSGN diisi dengan lulusan-lulusan terbaik dari semua pipeline pendidikan di AL AS.

SSGN sangat mampu menjalankan sebuah misi taktis yang menarik seperti 100 misil yang diluncurkan Tomahawk ke Libya, pengumpulan intelijen dekat dengan pesisir sebuah negara layaknya SSN, dan mengirim & menjemput tim pasukan khusus.

SSGN juga memiliki Gold crew dan Blue crew, dengan periode latihan di darat seperti SSBN.

At the conn aboard the SSGN USS Florida. 

Awak SSGN selalu disorot oleh staff senior AL AS karena misi dan kapabilitas. Mereka diharapkan dapat berhasil sehingga menumbuhkan rasa percaya diri yang agresif. Beberapa orang melihatnya sebagai keangkuhan, namun memang mental seperti itulah yang diperlukan untuk menjalankan misi kritis.

Kekuatan kapal selam AL AS dapat mengakomodasi siapapun bagi yang ingin menjawab panggilan tugas. Kalau ingin melakukan hal-hal menarik yang tidak dapat dibicarakan, pelaut dapat mendaftar ke SSN atau SSGN.

Apabila pelaut ingin kuliah gratis dan memulai keluarga, pelaut dapat mendaftar ke SSBN. Bagaimanapun, Amick mengatakan bahwa menjadi awak kapal selam akan menjadi hal yang paling menantang sekaligus paling memuaskan dalam hidup.

Sumber :

  • https://www.thedrive.com/the-war-zone/34415/the-cultural-differences-between-serving-on-americas-three-types-of-nuclear-submarines

Posting Komentar untuk "Kegiatan Dan Tugas Di Macam Jenis Kapal Selam - US NAVY"