Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Generasi Sekarang Terlihat Sedih?


Sekitar 200ribu tahun terakhir, manusia menjalani kehidupan yang relatif sederhana. Kita bangun, berburu, bertani, bertahan dari suku lain, berkembang biak, menjaga anak-anak dari kematian.

Tidak, saya bukan mau bilang jika saat itu masa yang baik.  Hidup itu sulit juga dulu, kelaparan, penyakit, kekerasan. Tapi saat itu sepertinya lebih mudah untuk bahagia, karena lebih simpel.

Saat ini tahun 2020, kita disajikan dengan ribuan informasi setiap hari yang memberi tahu kita ini siapa, memberitahu sesuatu yang akan dikenakan, dan bagaimana cara hidup kita. Membuat kita terjebak dalam kondisi perbandingan konstan dengan standar yang tidak selalu dapat diraih.

Kita tertekan untuk mengambil pendidikan lebih lanjut, mencari pekerjaan untuk bisa menafkahi keluarga atau sekedar agar bisa menghidupi diri sendiri. Mata-mata yang kita punya akhirnya tidak memancarkan kehidupan - singkatnya, kita terlihat kelelahan.

Kamu mencari pekerjaan dari siang - malam dengan hasil nihil. Kamu kelelahan melakukan kursus selama bertahun-tahun. Kamu kelelahan karena merasa hidupmu stagnan, dan orang-orang menekankan standarnya padamu. Kamu tidak bisa menyampaikan perasaan kamu. Karena orang-orang meresponmu dengan sentimen:
"Liat sekarang anak lain sudah kerja, bisa beli rumah, kendaraan lebih dari satu, bahkan mau nikah nanti. Gak akan sia-sia!"
Sejujurnya, saya  juga akan senang jika bisa membeli rumah meski kecil. Kendaraan. Berbagi sesuatu dengan orang yang saya sayangi. Mungkin punya kucing gitu, bekerja di pekerjaan yang saya bisa. Mungkin, sekali setiap dua tahun atau lebih, berlibur ke suatu tempat yang baru, dan ketika waktunya tepat, mulailah berkeluarga.

Inilah hidup yang seharusnya kita dapatkan. Kehidupan yang nyaman, kehidupan di mana kita tidak perlu khawatir tentang hari esok.

Kita memiliki lebih banyak informasi daripada sebelumnya, tetapi tidak memiliki petunjuk bagaimana mulai mengimplementasikannya, dan karenanya kita merasa lebih buruk tentang diri kita sendiri. Kita kehilangan kepercayaan pada pemerintah, lembaga keagamaan, dan konstruksi sosial'

Kita juga harus mempersiapkan diri dari kemungkinan nyata bahwa perubahan iklim, perang nuklir, atau Kecerdasan Buatan yang akan mengambil alih pekerjaan manusia ._. (ada kemungkinan seperti itu).
Tentu hidup ini sulit. Tapi sebenarnya lebih baik dari sebelumnya.
Kejahatan, kemiskinan, kelaparan, dan perang berada pada titik terendah sepanjang masa. Meski masih jauh dari sempurna, kita sudah bergerak ke arah yang baik.

Jadi.. "Bagaimana kita bisa lebih bahagia?"

1) Perhatikan lagi kesehatan kamu.

Tidur cukup, olahraga ringan, minum air putih rutin, makan makanan yang menyehatkan.

2)  Berhenti khawatir soal uang

Uang memang penting..tapi sebenarnya bukan segalanya. Maksud saya disini adalah coba sediakan waktu untuk diri kamu sendiri. Misalnya menciptakan sesuatu, menjalankan hobi, apapun itu.

3) Mulai berhenti menginginkan hal dengan serius

Kamu akan mati, saya juga. Kecuali memang ditemukan cara agar abadi ._. , jadi tidak perlu mikirin merk apa yang kamu pakai, motor apa yang dibeli, rumah segede apa yang ditinggali.

4) Berkegiatan bisa juga dengan menciptakan sesuatu 

Alih-alih terus-menerus mengonsumsi blog, video, kursus, dan produk ... Ayo praktekan yang kamu lihat. Sebagian sumber kebahagian saya adalah dengan membuat tulisan dan menerbitkannya di grup Ensiklopedia Bebas.

Posting Komentar untuk "Kenapa Generasi Sekarang Terlihat Sedih?"