Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memakan Anjing Dan Kucing Sangat Tidak Bermoral?



Aku bisa mencium kontroversi setelah ini terbit, bagi yang kiranya tidak bisa menerima tulisan ini, tidak perlu dibaca.

Sudah berapa dekade, banyak dari kita yang menjelek-jelekan budaya memakan kucing dan anjing atau hewan yang tidak biasa kita makan sebelumnya. Banyak yang berasumsi jika landasan moral yang dipegangnya begitu tinggi, sehingga menganggap budaya yang tidak mematuhi landasan moral kita adalah sesuatu yang buruk.

Saya tidak pernah makan daging kucing dan anjing karena bagi saya itu menjijikan. Tapi saya juga tidak akan menghakimi orang-orang yang memakan daging kucing, anjing sambil memakan burger ayam atau sapi.

Serius, tanyakan pada diri sendiri, apa yang sebenernya salah secara moral dari memakan hewan lain di luar selera kamu?

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan gagasan hewan yang biasa kita sebut hewan peliharaan, yang kita sebut 'sahabat manusia', menjadi makanan. Ya itu bisa dipahami. Tetapi tidak semua orang memiliki budaya memelihara kucing dan anjing peliharaan sepenuhnya sebagai hewan peliharaan. 

Tapi, kucing dan anjing lebih lucu juga keliat punya perasaan.

Kamu tahu?, babi bahkan ada yg lucu sampai ada yang memeliharanya juga. Bahkan babi bisa dijinakkan dan dilatih kayak anjing. Tapi tetap saja banyak diproduksi untuk dijadikan santapan manusia.

Oke, mungkin bakal banyak yg marah, tapi saya akan terus melanjutkan post ini.

Yang saya tidak setujui adalah.

Cara membantai hewan untuk makanan yang sering tidak manusiawi.


  1. Konsumsi sirip hiu, hiu ditangkap dan dipotong siripnya lalu dibuang kembali ke laut. Akhirnya tenggelam, sesak nafas dan mati.
  2. Konsumsi otak monyet, otak monyet mempunyai kelezatan tersendiri bagi beberapa orang di Tiongkok. Otak monyet tersebut diambil saat monyet masih dalam keadaan hidup, agar otaknya masih segar.
  3. Konsumsi Foie gras, ini adalah makanan mewah Francis. Dibuat dari hati angsa yang telah digemukkan. Digemukkannya dengan cara dicekok. (silahkan cari sendiri)
  4. Anjing dan kucing dibakar hidup-hidup.


Daftar ginian engga ada habisnya, masih banyak lagi.

Gagasan bahwa seluruh budaya secara moral lebih rendah hanya karena fakta bahwa pilihan makanan mereka membuat kita merasa tidak nyaman itu menggelikan.

Ini saya bahas secara moral ya, jadi terkait masalah kesehatan itu hal lain lagi. Dan saya bukan vegan. Saya suka rendang, gule, sate.

Sebenarnya pengelompokan hewan yang dapat dikonsumsi atau tidak itu berdasarkan jenisnya. Untuk yang di darat ada hewan ternak, ada hewan peliharaan dsb. Kalo di Islam kan halal haramnya hewan yang bisa dikonsumsi itu ada patokannya, mulai dari syarat, ciri-ciri bahkan sampai cara pemotonganya pun jelas bagaimana runtutannya. Untuk yang di laut atau perairan, sebagian besar halal untuk dimakan bagi kami.

Memang kalau dari segi agama, ada batasan tertentu tentang hewan yang boleh dikonsumsi dan tidak. Meskipun mungkin sebagian orang yang menyangkal bahwa ini sama saja termasuk pembunuhan hewan tertentu.

Dan bagi yang menghalalkan anjing, kucing dan hewan yang gak lazim dikonsumsi ya kalo menurut pendapat pribadi sih sah sah aja mau dikonsumsi atau engga, cuma emang gak lazim buat dikonsumsi toh?

Aku si mikir, selagi masih ada hewan ternak yang lazim dikonsumsi sebagian besar masyarakat dunia kenapa malah nyari yang gak lazim?

Posting Komentar untuk "Memakan Anjing Dan Kucing Sangat Tidak Bermoral?"