Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mendefinisikan Satuan Panjang dalam Astronomi dan Penerapannya untuk Mengukur Jarak Benda Langit



Kajian Materi Olimpiade Astronomi – Besaran, Satuan, dan Pengukuran.

Satuan panjang yang digunakan di dunia Astronomi, merentang dari yang paling pendek yaitu panjang gelombang elektromagnetik hingga yang paling panjang, jarak bintang, jarak galaksi, dan alam semesta. Oleh karena itu ada berbagai satuan panjang.

Untuk diameter debu antar bintang misalnya, digunakan micron, untuk diameter asteroid meter atau kilometer. Yang paling umum dipakai adalah satuan astronomi (sa) untuk skala jarak di dalam tata surya, dan parsek untuk skala jarak antar bintang.



Bintang terdekat dari Matahari memiliki jarak dengan orde 4,1 x 10^16 meter. Angka tersebut menunjukkan betapa luasnya alam semesta yang menjadi cakupan dari ilmu astronomi. Astronom tidak mau direpotkan oleh bilangan yang terlalu besar dan sulit dibayangkan sehingga didefinisikanlah beberapa satuan jarak astronomis sebagai berikut :

Satuan Astronomi (SA) / Astronomical Unit (AU)

Menyatakan jarak rata-rata orbit Bumi mengitari Matahari, setara dengan 1,496 x 10^11 m. Satuan Astronomi biasanya digunakan untuk mengukur posisi benda langit yang masih dalam lingkungan tata surya seperti planet-planet, bulan-bulan, komet, planet kerdil, dan lain-lain.

Tahun cahaya (Tc) / Light year (Ly)

Menyatakan jarak yang ditempuh cahaya dengan kecepatan c = 2,998 x 10^8 m/s selama satu tahun. Jarak tersebut setara dengan 9,460 x 10^15 m. Agar lebih mudah membayangkannya, cahaya Matahari yang dipantulkan oleh Bulan butuh waktu 1,26 detik untuk mencapai Bumi (Jarak Bumi – Bulan : 384.400 km).

Tahun cahaya biasanya digunakan untuk mengukur posisi benda langit dalam skala antar bintang seperti nebula, supernova, lubang hitam, galaksi, dan lain-lain.

Parsek/parallax second (pc)

Menyatakan jarak objek dengan paralaks sebesar satu detik busur, dilihat dari Bumi. Jarak tersebut setara 3,26 tc atau 3,086 x 10^16 m.

Dalam perhitungan jarak bintang dekat, sering digunakan metode paralaks, yaitu pengamatan pergeseran posisi bintang terhadap bintang latar bila dilakukan dengan membandingkan posisi bintang pada bulan Januari dan Juli (atau bulan-bulan lainnya yang berselang setengah tahun).

Dengan mengetahui nilai jarak rata-rata Bumi - Matahari adalah 149 600 000 km, maka jarak bintang dapat dihitung. Adapun definisi satu parsek adalah jarak bintang yang memliki paralaks satu detik busur. Karena satu detik busur = 1/3600 derajat, maka 1 parsek adalah 206205 AU.

Untuk jarak yang lebih besar, astronom menggunakan imbuhan seperti kilo (x10^3), Mega (x10^6), hingga Giga (x10^9). Selain itu, kita juga bisa menggunakan acuan diameter galaksi Bimasakti supaya lebih mudah dibayangkan.

Misalnya, jarak galaksi Bimasakti ke galaksi Andromeda adalah 2,5 juta tahun cahaya dan diketahui diameter galaksi Bimasakti adalah 100.000 tahun cahaya. Artinya, jarak galaksi Bimasakti ke galaksi Andromeda adalah 25 kali diameter galaksi Bimasakti.

Sumber dan Referensi :

  • Astronomi dan Astrofisika oleh S. Eka Gautama. Halaman 22.
  • Buku Sakti Olimpiade Astronomi. 2015. TOASTI, Yrama Widya. Dr.rer.nat. M. Ikbal Arifyanto. Halaman 15 - 16.
  • Suplemen Astrofisika untuk SMA. 2014. Dr. Chatief Kunjaya, Msc. Halaman 5.

2 komentar untuk "Mendefinisikan Satuan Panjang dalam Astronomi dan Penerapannya untuk Mengukur Jarak Benda Langit"