Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengaruh Covid-19 Terhadap Penerapan Metode Pembelajaran Dalam Konteks Revolusi Industri 4.0

Covid-19 Dan Pengaruhnya Terhadap Penerapan Metode Pembelajaran Dalam Konteks Revolusi Industri 4.0


Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) pada tanggal 13 Maret 2020 karena telah meluas ke banyak negara di dunia. Sebelumnya, virus ini ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun 2019 lalu, kemudian virus ini menyebar dengan cepat hingga mencapai seluruh dunia termasuk menjangkiti Indonesia. Indonesia dikonfirmasi terkena Covid-19 ini pad awal bulan Maret setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan 2 orang WNI positif terinfeksi Covid-19 di wilayah Depok, Jawa Barat. Sejumlah kebijakan kemudian diterapkan oleh pemerintah seperti larangan berkerumun masal, mewajibkan pemakaian masker dan hand sanitizer, hingga penutupan sekolah-sekolah. Covid-19 ini berdampak luas diberbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang pendidikan pula.

Sekolah-sekolah yang ditutup karena guna mencegah penyebaran virus tersebut, sehingga pembelajaran terpaksa dialihkan dari pembelajaran secara tatap muka langsung menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekarang dikenal dengan istilah Belajar Dari Rumah (BDR). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , Nadiem Makarim juga mengeluarkan kebijakan lewat Surat Edaran nomor 4 tahun 2020 yang berisi mengenai pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.Pengalihan pembelajaran dari luring menjadi daring ini tentunya memberikan dampak yang sangat signifikan, ada banyak sekali reaksi khususnya para pelajar. Banyak pelajar yang mengeluh dengan penerapan pembelajaran secara daring ini, namun tak sedikit pula yang dengan senang menyambut kebijakan pembelajaran daring ini.

Ketika pertama kali pembelajaran daring diterapkan, otomatis pemerintah melakukan kerjasama dengan berbagai platform yang berbasiskan edukasi seperti contohnya Ruang Guru, Zenius, Meja Kita, dan lain-lain guna menunjang pelaksanaan pembelajaran secara daring. Disamping itu, pemerintah pun menjadikan TVRI menayangkan materi pembelajaran dari tingkat SD sampai SMA. "Konten pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, penumbuhan karakter, dan kecakapan hidup peserta didik yang disampaikan secara ringan dan menghibur," menurut Usrin Usman selaku Pelaksana Harian Direktur Program dan Berita TVRI. Selain itu, pembelajaran daring pun dialihkan pula menggunakan aplikasi Zoom sebagai video konferensi antara guru dengan siswa-siswanya serta meningkatnya penggunaan aplikasi Google Classroom.

Pembelajaran secara daring ini tentunya memberikan dampak yang sangat luas khususnya dalam dunia digital seperti saat ini. Revolusi Industri 4.0 yang berbasiskan masifnya penggunaan internet serta perkembangan teknologi yang pesat tentunya sejalan dengan meningkatnya pengakses internet serta pengguna teknologi. Apabila kita menghimpun data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2013 terdapat sekitar 63 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan internet, 95% digunakan dalam mengakses sosial media. Data dari We Are Social pada tahun 2020 terdapat 175,4 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan akses internet, jumlah tersebut merupakan 64% dari jumlah total masyarakat Indonesia yang artinya bahwa mayoritas masyarakat Indonesia sudah mampu mengakses internet . Dari data tersebut kita dapat mengetahui bahwa Revolusi Industri 4.0 memberikan dampak yang sangat signifikan khususnya peningkatan internet secara drastis.

Penggunaan internet tersebut dapat diimplementasikan bukan hanya sekadar mengakses sosial media tapi juga dapat digunakan dalam mencari informasi serta pemanfaatan sebagai sumber edukasi. Pengguna internet Indonesia yang banyak tersebut tentunya harus diimbangi pula dengan kualitas aksesnya. Penggunaan internet dalam bidang pendidikan semakin gencar terlebih ketika pandemi Covid-19 ini karena sistem pembelajaran yang beralih tersebut. Gaya pembelajaran seperti ini merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan di abad ke-21 atau saya sebut sebagai abad digital. Gaya pembelajaran ini tentunya menekankan pada penguasaan penggunaan aplikasi pembelajaran sehingga diharapkan para pelajar lebih melek lagi dalam menggunakan sebuah teknologi.

Covid-19 secara tidak langsung memberikan suatu pelajaran berharga mengenai pentingnya penggunaan aplikasi yang berbasiskan edukasi, pembelajaran daring seperti ini bukan tak mungkin di masa yang akan mendatang akan ditetapkan secara prioritas terlebih lagi dengan semakin banyaknya para pengakses internet di kalangan para pelajar. Pembelajaran secara jarak jauh ini disamping terdapat banyak kendala namun setidaknya ini memberikan konsekuensi logis kepada kita semua bahwa pandemi telah menawarkan suatu gambaran bagaimana pendidikan di era Revolusi Industri 4.0.
Penggunaan aplikasi-aplikasi penunjang belajar daring secara tak langsung memberikan wawasan baru bagi para pelajar khususnya, jika sebelumnya mereka tidak mengenal Google Classroom maka setelah PJJ diterapkan mereka ‘dipaksa’ untuk paham bagaimana menggunakan aplikasi tersebut, ini tentunya berdampak pula secara langsung terhadap peningkatan Literasi Teknologi karena para pelajar dapat lebih mampu lagi dalam memanfaatkan internet.

Meskipun pembelajaran daring merupakan bentuk pengimplementasian bidang pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 namun hal ini dirasa masih kurang efektif terlebih bagi wilayah yang sulit dalam mengakses internet belum lagi dengan masyarakat bawah yang kesulitan dalam membeli kuota untuk internet. Tentunya, penerapan gaya pembelajaran daring ini perlu dilakukan suatu kajian yang sangat sistematis guna memahami karakteristik geografis setiap wilayahnya sehingga diharapkan terjadi pemerataan dalam akses internet khususnya dalam mengakses konten pendidikan.

Gaya pembelajaran daring dalam pandemi saat ini tentunya perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya baik itu oleh pengajar maupun pelajar karena siapa tahu di masa yang akan mendatang mungkin gaya pembelajaran seperti ini akan banyak digunakan. Terlepas dari hal tersebut, Revolusi Industri 4.0 telah memberikan dampak besar diberbagai bidang sehingga memberikan perkembangan yang semakin pesat lagi khususnya di bidang pendidikan.

Oleh: Muhammad Firyal Dzikri

Posting Komentar untuk "Pengaruh Covid-19 Terhadap Penerapan Metode Pembelajaran Dalam Konteks Revolusi Industri 4.0"