Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raja Arthur - Sekali Raja Tetap Raja


Kira-kira 1.400 tahun yang lalu seorang kepala suku Keltik yang bernama Arthur diperkirakan hidup dan berjuang melawan penyerbuan bangsa Anglo-Sakson. Banyak sekali terdapat kumpulan cerita dan legenda tentang dirinya. Seandainya Raja Arthur yang asli hidup kembali, dan mendengar cerita tentang dirinya, dia justru bakal heran.

Raja Arthur Lahir

Arthur terlahir antara abad ke-5 dan 6 masehi. Ia merupakan putra dari raja Britania, Uther Pendragon. Sebelum Arthur lahir, Uther jatuh cinta pada salah satu istri pengikutnya, Igraine. Uther pun meminta bantuan salah satu penyihir yang bernama Merlin, untuk membuatnya terlihat mirip seperti suami Igraine.

Lalu Uther memasuki kastil dan menghabiskan malam dengan Igraine. Tetapi Merlin menaruh syarat bahwa setiap anak yang lahir dari hubungan mereka harus berada dibawah bimbingannya.

Maka ketika Arthur lahir, Uther kemudian memberikan anak itu kepada Merlin.

“Ajarilah dia apa saja”, katanya.

Raja Arthur Dewasa

Ketika Arhur dewasa, Merlin mengajarinya semua ilmu yang diperlukan oleh seorang pangeran: naik kuda, bermain anggar, memanah, menari, membaca, dan menyanyi. Dia juga mengajari Arthur ilmu sihir.

Merlin mengubahnya menjadi ikan salem agar dia menjelajahi sungai dan laut, menjadi elang untuk mengarungi langit, menjadi semut untuk menelusuri bawah tanah, lalu menjadi kadal, kucing dan lebah.

Menjelang usia 15 tahun, Arthur telah mempelajari seluruh ilmu yang diajarkan oleh Merlin. Dia telah siap menjadi raja.


Raja Arthur Menjadi Raja

Ketika raja Uther meninggal, tak seorang pun mengingat Arthur. “Siapa yang harus menjadi raja?”. Mereka bertanya-tanya. Merlin lalu menancapkan pedang Excalibur ke dalam sebongkah batu.

“Pedang ini tertancap di batu karena sihir,” serunya kepada rakyat. “Hanya raja sejati sajalah yang mampu mencabutnya”. Semua orang menertawakannya.

“Ada-ada saja!” Ejek mereka.

“Si dungu pun mampu mencabutnya”.

Namun meskipun mereka mengerahkan seluruh tenaganya sampai habis-habisan, mereka tetap tak mampu mencabutnya.

Lalu Arthur mencabut pedang itu semudah mencabut pisau dari keju.

“Tuhan memberkati Raja!” seru sekalian rakyatnya.

Kepemimpinan Raja Arthur

Arthur memiliki istana di Camelot dengan ratunya yang rupawan, Guinevere. Pemimpin pasukan pengawal istananya bernama Lancelot yang merupakan salah satu teman akrab Arthur.

Kedua belas hulubalangnya yang terpercaya disebut Ksatria Meja Bundar karena mereka berkumpul di majelis mengelilingi sebuah meja bundar besar. Di sini mereka kerap mendiskusikan isu-isu penting kerajaan.

Bentuk meja yang bundar bisa diartikan bahwa semua yang duduk di meja ini punya kedudukan yang setara. Di sana Arthur memerintah dengan adil dan damai.

Para Ksatria Meja Bundar seringkali memerangi penjahat, melindungi si lemah dan menolong para wanita yang kesusahan. Arhur memimpin tentaranya menaklukan negeri lain. Segera dia memerintah mulai dari para nelayan di laut utara yang beku sampai ikan duyung di laut selatan.

Musuh-musuhnya menyerang dengan naga-naga yang menyemburkan api dan raksasa-raksasa setinggi beringin, tetapi Arthur menghancurkannya.

Konflik Raja Arthur

Pada suatu hari ketika Arthur sedang berkelana, Lancelot yang merupakan sahabatnya jatuh cinta dengan Guinevere sang ratu.

Mendengar hal itu, Arhur mengusir Lancelot dari istana. Banyak bangsawan meja bundar yang ternyata memilih mendukung Lancelot dan mengikutinya ke pembuangan.

Hanya sebagian kecil bangsawan setia kepada Arthur. Ketika putra Arthur yang bernama Mordred menyadari betapa sedikitnya pendukung sang ayah, dia mengadakan makar untuk merebut takhta.

Arthur lalu mengumpulkan tentara untuk melawan anaknya sendiri. Arthur bertanding satu lawan satu dengan anaknya dan kemudian berhasil membunuhnya. Namun, Arthur juga terluka parah.

Hilangnya Raja Arthur

Dari embun di danau, tiga ratu peri muncul. Lalu mereka membawa Arthur ke dalam perahu ajaib menuju pulau misterius di Avalon untuk menyembuhkan lukanya. Namun Arthur tak lagi terlihat sejak saat itu.

Para pengikutnya mendirikan nisan untuk mengenangnya dan menulisinya dengan “Arthur, Sekali Raja Tetap Raja”. Mereka yakin bahwa selamanya Arthur dan pasukannya tak pernah hilang dari dunia fana ini, tetapi hanya tidur di sebuah gua rahasia.

Apabila Inggris amat sangat memerlukannya, Merlin akan membangunkannya dengan panggilan terompet tanduk dan mereka akan berlompatan ke atas kuda perang menyelamatkan negeri mereka.
  • Dilansir dari Ensiklopedia Oxford

Posting Komentar untuk "Raja Arthur - Sekali Raja Tetap Raja"