Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agama Adalah Privasi


Agama Adalah Privasi: Aku Sebenarnya Orang Yang Religius, Tapi Rasanya Tak Semua Orang Harus Tau

Jika tolak ukur Ke-religiusan seseorang dilihat dari berapa banyak konten agama yang di share dan berapa banyak status sedang ibadah, kamu tidak akan menemukan itu dan mungkin aku tidak lolos kualifikasimu.

Saya harapkan teman-teman bisa membaca tulisan sampai habis, agar tidak ada kesalahpahaman.

Sejatinya Agama ialah sebuah kepercayaan yang ada sejak lama di bumi ini, sebut saja brahmanisme sudah ada sejak 10.000 Tahun yang lalu itu artinya manusia hidup berdampingan sedari dulunya dengan banyak kepercayaan "Agama", setiap manusia yang lahir berhak untuk menganut atau tidak menganut agama apapun.

Beragama di Sosial Media

Media sosial sepertinya sudah menjadi suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia saat ini. Setiap momen yang dilalui, selalu tidak lepas untuk diposting dan diunggah ke dunia maya. Baik anak muda hingga orang tua, kegiatan seperti ini seolah menjadi hal yang biasa di kehidupan sehari-hari. Tujuannya? Mungkin agar orang-orang menyukai atau berkomentar baik akan hal itu.

Media dan agama sudah dikaitkan, apabila kita salah paham dalam menggunakan media sosial, maka kita akan memperburuk agama sendiri.

Eksistensi media sosial emang tak jarang membuat orang-orang bebas untuk menampilkan status dan cerita pribadi masing-masing. Setiap orang memiliki haknya sendiri untuk menggunakan akun media sosialnya pribadi.

Dengan kemudahan teknologi di zaman modern ini, media sosial digunakan banyak orang saat beribadah lalu menunjukan secara sengaja dengan tujuannya agar diagungkan orang, atau agar dianggap hebat , pintar dan agar orang tau kita religius, padahal sebenarnya agama hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan.

Dalam situasi lain, sebaliknya jika informasi postingan itu berupa foto atau video yang sedang beribadah, bersedekah atau berkegiatan membantu banyak orang dalam kesusahan maupun bencana, tujuannya untuk mengajak pada kebaikan bagi pribadi atau banyak orang, ini bisa menjadi alasannya yang membenarkan beragama di public sosial media.

Selfie dan Upload

Para pengguna media sosial yang satu ini sering sekali ditemukan di media sosial. Dalam ibadah apapun masih menyempatkan diri untuk selfie. Dengan niat agar eksis di dunia maya, namun sangat disayangkan kalau hal itu dilakukan, bakal hilang semua amal-amalnya. Mirisnya hal seperti ini tidak hanya di alami oleh anak-anak muda, orang tua pun sudah mulai kerajingan selfie saat ibadah.

Dan.... Lebih miris lagi, hal seperti ini paling banyak ditemui di kalangan para orang terkenal. Sebagai public figure, mereka bukannya mencontohkan hal yang baik, tapi malah justru perilaku buruk yang dilakukan. Al hasil, selfie saat kegiatan beribadah ini menjadi tren di kalangan masyarakat.

Berdoa di Media Sosial

Namanya berdoa itu memanglah antara hamba dan Tuhannya saja yang tahu. Namun akhir-akhir ini, semenjak media sosial menjadi populer di masyarakat, muncul lagi tren berdoa di media sosial. Cukup aneh memang, karena seharusnya berdoa dilakukan di tempat ibadah atau dalam keadaan sunyi dan hening, ini malah di status media sosial.

Ditamnbah lagi, sebaiknya berdoa merupakan rahasia diri sendiri dan Tuhan, ini malah di umbar-umbar. Jika memang ingin meminta bantuan orang lain untuk mendoakan jelas tidak apa-apa, sayangnya kebanyakan malah hanya ingin penderitaannya diketahui oleh orang lain. Miris memang melihat kelakuan para pengguna media sosial ini.

Ya, memang seperti itulah kelakuan banyak orang disosial media, Yang namanya ibadah bakal lebih baik dirahasiakan, ketimbang nantinya hanya bakal berakhir sia-sia. Memang seharusnya perkembangan teknologi mesti diimbangi pula dengan ilmu agama yang kuat.

Catatan Penting :

Menyembunyikan amalan adalah sebuah keikhlasan, tak perlu rasanya semua orang tau aktivitas yang kita lakukan diatas nama tuhan, dan jangan pernah memasang pola pikir bahwa orang yang tidak pernah menunjukan aktivitas ibadahnya adalah orang yang lemah agamanya. Karna bisa saja dia menghargai privasinya, karna tolak ukurnya bukan seberapa banyak konten ibadah dan agama yang kamu upload.

Sekian Tulisan ini saya buat, Tulisan ini bersifat sudut pandang, setiap orang berhak memiliki perspektif yang berbeda, karna suka atau tidak suka itu bersifat subjektif.

Note : Si "Aku" bukanlah saya pribadi, anggap aja dia individu yang menggambarkan "Aku" pada banyak orang.

Sumber :

  • - Beberapa narasi yang diambil dari pendapat beberapa penulis di artikel yang kredibel.

Posting Komentar untuk "Agama Adalah Privasi"