Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Membantu Orang Yang Depresi?

Bagaimana Cara Membantu Orang Yang Depresi?

Depresi itu ada beberapa macam dan ada yang lebih serius  jenisnya. Ada non psikotik, ada non-kronis saya kasih gambaran yang umumnya aja.

Untuk orang yang depresi juga, tolong biarkan orang lain untuk membantu kamu yaa.

Ini postnya bakal lebih panjang dari kemarin karena penjelasannya saya usahakan mendetail beserta kasus-kasunya. Yak, mari membaca :)

1. Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang

Orang dengan gangguan BPD ini biasanya punya masalah dengan emosi dan pikiran. Jadi dalam setiap hubungan baik dengan teman, pacar, keluarga mereka bisa berlaku ceroboh dan menyebabkan hubungannya engga stabil.

Contoh kasusnya: Ada seorang wanita menarik berusia 21 tahun bernama Jennie yang menderita BPD. Karena BPDnya ini  Jennie suka melakukan tes cinta pada setiap hubungannya. Misal nih Jennie punya pacar namanya Gilang. Jennie pun memberikan Gilang berbagai tes untuk mengetahui apakah dirinya dicintai atau tidak oleh Gilang. Dalam benaknya, kalo memang cinta harusnya Gilang mau lakuin apapun yang dimintanya.

Jennie meminta Gilang untuk mencari pekerjaan lain di luar kota. Tetapi Gilang menolak karena menurutnya di kota tersebut sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Akhirnya Jennie merasa Gilang tidak mencintainya..lalu mencampakkannya.

Gilang yang berusaha membujuknya untuk baikan lagi tetap dicampakkan oleh Jennie. Karena Jennie sudah tidak percaya diri lagi, Jennie merasa tidak dicintai lagi. Nah, dari sinilah depresinya dimulai..Jennie depresi karena merasa ditinggalkan. *padahal itu ulahnya sendiri ._.

Solusi: Untuk yang keliatnya mengalami BPD sebebarnya tinggal mencari pengganti.

Cara ngajak komunikasinya yaitu dengan mulai berfokus nyariin pengganti:
"Mau aku dateng buat nemenin kamu engga?"
"Hayu kita ke cafe, liat-liat kekasih baru siapa tau nyantol'
"Ayo liburan, aku bawain seblak yah..nanti nobar aja di rumah'
'Kalo udah siap masuk ke hubungan lagi kasih tau aku ya, ini aku punya kenalan katanya tertarik sama kamu"
Kalo dari komunikasi, intinya ekspresikan cinta aja pada pengidapnya. Jadi nunjukkin kalo sebenernya dia masih bisa dicintai.

Dan kamu terima aja kalo solusi favorit mereka itu ya dengan punya pengganti baru. Secepatnya.

Jadi hindari buat bilang "atuh jeda dulu pacarannya", "dia tuh cowok gak bagus sih buat kamu', dsj2.. ya gak usah ceramah gini pokoknya ._.

2.  Narcissistic personality disorder (NPD) - Gangguan kepribadian narsistik

Orang dengan NPD rentan masuk ke depresi. NPD ini disebabkan rasa malu dan benci diri sendiri  saat gagal. Kalo udah gini, susah bagi mereka buat ingat lagi keberhasilan di masa lalu. Mereka melihat diri sendiri tidak punya kualitas, menganggap diri sendiri layaknya sampah.

Solusinya, ya ajak mereka buat menaikan harga dirinya melaluai kegiatan lain. Misal ngadain acara amal atau mengandalkannya dalam sesuatu. Tapi engga bisa semua pakai cara ini ya.

Mereka mungkin tetap depresi sampai terjadi sesuatu yang membuat mereka merasa divalidasi atau penting lagi, tapi bisa juga depresi hilang dengan sendirinya. Jadi penderita NPD bisa koreksi diri sendiri sebenernya.

Contoh kasus: Ada seorang mahasiwa bernama Edi yang dekat dengan salah satu dosennya bernama Pak dedy. Suatu hari mereka berpapasan, Edi pun menyapa "Siang pak" tapi Pak Dedy engga merespon meski Edi ada disampingnya.

Akhirnya Edi  depresi disertai marah karena malu dan panik. Baginya segalanya seperti sudah berakhir. Edi overthinking, mengingat semua yang dilakukannya saat jadi mahasiswa.
"apa ketahuan ya ada ngambil contoh ke tugas orang lain"
Edi berpikir kalo dirinya bukanlah orang yang bisa dipercaya, Edi khawatir jika perbuatannya menyebar ke seluruh kampus, Edi takut hancur, Edi takut engga ada yang mau berdiskusi lagi dengannya. Edi merasa lebih baik mati saja.

Nah darisini keliat kalo Edi tuh menghilangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang sepertinya engga berbahaya untuknya. Edi berfokus ke kemungkinan terburuk saja.

Jadi Edi tuh cuma ngeliat dirinya dalam dua hal aja:

Khusus dan sempurna atau sampah masyarakat.

Untuk membuat penderita NPD baikan, kamu bahas topik ya berfokus ke kekuatannya.
  • "Aku  kagum sama kamu, dan selalu kayak gitu" Kasih tau beberapa hal nyata yang kamu kagumi tentangnya. Berikan beberapa contoh terperinci tentang kapan kamu lihatnya.
  • Kalo memungkinkan, coba sebutin orang lain juga yang keliatnya juga bisa disebut kagum ke orang bersangkutan
Jangan bilang kayak:
  • Jangan ngasih nasihat dan kritik.Hindari buat ngasih nasihat yah, hindari kata-kata yang bisa disebut kritik
  • "Tidak ada yang sempurna"
  • "Gak usah dramatis.."
  • "Masalah ginian mah bukan apa-apa"
Soalnya kan mereka sudah melihat diri mereka sepenuhnya buruk dan tidak memiliki kemampuan, jadi engga usah ditambah ngerasa kayak gitu.

3. Depresi Reaktif

Depresi ini respon yang agak normal kalo ngalamin peristiwa yang buat stress, resah, kehilangan. Kadang-kadan disebut sebagai "Depresi Situasional" ya karena  merupakan reaksii pada situasi tertentu yang bikin orang tersebut merasa sangat stres.

Jika orang tersebut tidak memiliki riwayat depresi atau gangguan mental lainnya, sering kali sembuh dengan sendirinya sekitar 12 mingguan kecuali sudah ada riwayat depresi sebelumnya.

Contoh kasusnya umum juga aja ya: Ditinggalkan kekasih, penceraian, dipecat dari pekerjaan, dibully jika masih ada :') online shaming banyak kan

Jangan bilang kayak:

"bukan masalah besar itu'
"Masih ada ikan lain loh"
"Kan udah kubilang jangan pacaran sama dia, apalagi nikah'
"Nanti juga cepet berlalu'
Jadi pokoknya kalo dia gak minta saran ya jangan dikasih, apalagi sarannya maksa dan menghakimi.

Bilang aja kayak gini:

"Ada aku disini'
"Kapan aja kalo mau ngobrol, hubungin aku"
"Mau istirahat? ada film nyai kejepit di bioskop, nonton yuk'
"Kalo bagi kamu situasi ini terlalu besar buat kamu, aku bisa antar kamu buat bicara ke yang profesional, aku bisa bantu cariin'
Lakuin sesuatu dengan menunjukkan ketersediaan, mendukung, dan tidak menghakimi. kamu menunjukkan keinginan untuk mendengarkan tanpa memberikan saran atau pendapat yang tidak diinginkan.

Aduh dah panjang kali ya ;' udah dulu ya

Note: Paling efektif jika kamu mempertimbangkan kepribadian teman kamu, jenis depresinya, dan apa yang menyebabkannya. Engga ada rangkaian respons "satu cocok untuk semua" jadi engga ada respon yang betul-betul berfungsi dengan semua depresi

Posting Komentar untuk "Bagaimana Cara Membantu Orang Yang Depresi?"