Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berlian Sintetis Hasil Laboratorium Mirip Berlian Asli

Berlian Sintetis Hasil Laboratorium Mirip Berlian Asli

Pernah Dengar Berita China Membuat Berlian Tiruan di Laboratorium? Jangan Diketawain. Anda Malah Disarankan untuk Membeli Berlian Tiruan Jika Anda Peduli dengan Lingkungan dan HAM. Secara Ilmiah, Berlian bukanlah Barang yang Langka serta Mudah ditiru di Lab.

Sebaiknya saya klarifikasi dahulu. Berlian atau intan sintetis buatan laboratorium tidak sama dengan berlian palsu atau imitasi. Berlian yang dibuat dari kaca, plastik atau bahan lain adalah berlian palsu. Ahli berlian dengan mudah membedakan mana berlian asli dan mana berlian palsu. Tetapi ahli berlian akan sulit membedakan berlian asli dari alam dengan berlian tiruan atau sintetis buatan laboratorium. Sifat fisik dan kimiawi berlian alami dengan berlian sintetis hampir identik. Berlian sintetis memang lebih murah dari berlian alami, tetapi murah-mahal itu relatif, berlian sintetis mungkin masih terlalu mahal bagi kebanyakan dari kita apalagi jika harus impor dari luar negeri. Tetapi ingat, jangan sampai kalian tertipu dengan berlian palsu sehingga lebih baik dicek dahulu di ahlinya atau dicek sertifikatnya.

Apasih berlian itu? Berlian adalah salah satu bentuk atau alotrop dari karbon. Alotrop dari karbon yang lain misalnya grafit yang biasa dipakai di ujung pensil. Karbon itu sama sekali tidak langka guys!! Makhluk hidup itu terdiri sebagian besar dari karbon. Kita bernafas mengeluarkan karbon dioksida. Kotoran yang membusuk mengeluarkan metana yang terbuat dari karbon. Karbon ada dimana-mana. Batu berlian yang kita pakai sebagai perhiasan berharga mahal bukan karena kelangkaannya tetapi karena dianggap langka. Ilmuwan dengan mudah menciptakan berlian sintetis di laboratorium. Tidak hanya sekedar laboratorium, sekarang sudah banyak industri yang membuat berlian sintesis. Tentu saja dibutuhkan teknologi canggih untuk membuatnya, kalian jangan berharap untuk bikin sendiri.

Dibutuhkan kira-kira dua minggu dari tahap "menanam" sampai "panen" berlian sintetis. Bahan yang dibutuhkan adalah sedikit kristal berlian sebagai "biji" untuk cetakan berlian sintetis serta sumber karbon yang lebih murah. Kemudian dipilih dua metode. Metode pertama adalah High Pressure-High Temperature (HPHT) yang merupakan metode pertama yang ditemukan, metode ini meniru aktivitas bumi kita yang menekan karbon menggunakan suhu dan tekanan tinggi dan mengubahnya menjadi berlian. Metode kedua adalah Chemical Vapor Deposition (CVD) yang tidak memerlukan tekanan tinggi, menggunakan gas berisi karbon misalnya metana yang dimasukkan kedalam suatu ruang kemudian dipanaskan sehingga gas berubah menjadi plasma. Kemudian ilmuwan mengontrol kondisi di dalam ruang supaya berlian dapat mengkristal dan tumbuh di "biji cetakan".

Yang membedakan berlian alami dengan berlian sintetis adalah kecacatannya. Tebak mana yang lebih cacat? Ternyata berlian alami cenderung lebih cacat dibanding berlian lab karena berlian alami tidak dikontrol pembuatannya serta mengalami peristiwa alamiah yang dapat merusaknya. Tergantung harganya, berlian buatan laboratorium itu bisa dikatakan sempurna tanpa cacat karena kristal berlian tumbuh secara alamiah dan ilmuwan hanya mengontrol kondisi pertumbuhan kristal berlian. Ilmuwan bisa saja meniru berlian alami dengan memberikan kecacatan pada berlian sintetis. Dengan menambahkan zat lain, berlian yang dibuat juga bisa berwarna lain misalnya kuning dari nitrogen dan biru dari boron. Perbedaan lain ada di sertifikatnya jika berlian kalian bersertifikat, di sertifikat itu jelas tertulis berlian anda sintetis atau alami

Berlian selain memiliki wujud yang indah juga memiliki karakter yaitu sangat keras. Dalam skala Mohs, berlian memiliki nilai 10 atau benda paling keras, berlian mampu menggores hampir semua benda di dunia karena benda lain skala mohs-nya lebih rendah. Keras yang dimaksud adalah keras secara goresan, kalian bisa dengan mudah menghancurkan berlian dengan palu biasa. Sifat inilah yang membuat berlian digunakan dalam industri misalnya dalam alat potong. Sifat lainnya adalah konduktor panas yang baik tetapi konduktor listrik yang jelek. Sifat ini dapat dipakai dalam beberapa alat elektronik.

Bagaimana dengan benda berharga lain seperti emas dan perak? apakah mereka bisa dibuat di laboratorium? Bisa. Tetapi sangat mahal dan tidak berfaedah, anda butuh reaksi nuklir untuk memproduksi emas dari bahan lain. Dalam ilmu kimia, emas dan perak itu adalah unsur atau elemen. Suatu unsur tidak dapat dipecah lagi menjadi zat lain. Emas terdiri dari atom emas dan perak terdiri dari atom perak. Berbeda dengan berlian. Berlian bukan unsur. Berlian terbuat dari atom karbon dalam bentuk tertentu. Berlian dan ujung pensil anda terbuat dari zat yang sama. Jadi, emas dan perak benar-benar langka dan kemahalannya sesuai kenyataan, sedangkan berlian tidak.

Penambang berlian banyak memberi dampak buruk bagi lingkungan atau masyarakat. Polusi dan membuka hutan adalah dampak negatif terhadap lingkungan. Penambangan berlian juga sering dipakai untuk membiayai perang atau untuk melakukan penjajahan. Masyarakat sekitar sering diusir dari rumahnya atau bahkan ada yang dipaksa untuk menambang berlian. Contohnya suku San yang pernah kalian lihat di film "The Gods Must Be Crazy" banyak yang menjadi korban pengusiran oleh pemerintah Botswana. Ada kata-kata "blood diamond" atau berlian darah yang terjadi di negara afrika Sierra Leone. Negara penghasil berlian ini mengalami perang saudara yang dibiayai oleh berlian darah. Sehingga dibuat program Kimberley Process Certification Scheme yaitu proses sertifikasi berlian sehingga berlian konflik tidak dijual. Ini hanyalah sedikit contoh.

Terus kelemahan dari berlian sintetis apa? Berlian sintetis sebagai perhiasan masih barang baru. Barang baru kurang banyak diadopsi, hanya 2% perhiasan berlian yang memakai berlian sintetis. Dan barang yang kurang diadopsi nilainya cenderung rendah. Kemungkinan berlian sintetis kalian tidak berharga jika kalian ingin menjual berlian sintetis yang kalian beli. Belinya murah jualnya pun juga murah. Nilai berlian sintetis juga dipengaruhi oleh perusahaan berlian alami besar seperti DeBeers yang terkenal dengan pelanggaran HAM-nya dengan membeli berlian konflik. DeBeers terus mempromosikan bahwa berlian alami lebih baik dari berlian sintetis terutama dalam suatu hubungan sakral pernikahan. Berlian sintetis dipakai oleh kaum-kaum muda yang makin peduli dengan lingkungan dan HAM. Bahkan ada yang membeli alternatif berlian seperti batu morganite dan cubic zirconia.

Terakhir, mau beli berlian alami atau sintetis terserah. Yang diatas hanya saran saja. Saya pribadi niatnya beli emas dan gk niat beli berlian. Sekarang berlian sintetis hanya 2% dari seluruh pasar perhiasan berlian. Bayangkan jika berlian sintetis China membanjiri pasar perhiasan, apa yang terjadi hmm...

Sumber dan Referensi :

  • https://www.nytimes.com/2018/05/29/business/synthetic-diamond-production.html
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Synthetic_diamond
  • https://www.nytimes.com/2018/02/09/your-money/synthetic-diamond-jewelry.html
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Allotropes_of_carbon
  • https://web.stanford.edu/class/e297a/Conflict%20in%20Sierra%20Leone.htm
  • https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2020/mar/10/diamonds-lab-grown-climate-change
  • https://www.orori.com/ororeads/berlian-asli-versus-sintetis
  • https://www.batamnews.co.id/berita-52344-cara-sederhana-membedakan-berlian-asli-dan-sintetis.html
  • https://www.reuters.com/article/us-diamonds-debeers-synthetic-analysis/lab-grown-diamond-prices-slide-as-de-beers-fights-back-idUSKCN1OK0MQ
  • https://www.hrw.org/news/2018/05/10/diamond-trade-still-fuels-human-suffering

Posting Komentar untuk "Berlian Sintetis Hasil Laboratorium Mirip Berlian Asli"