Mengapa Media Hiburan Negara Kita Selalu Diisi Dengan Konten Yang Kurang Berkualitas?

Rata-rata netizen kita lebih tertarik pada hal yang antimainstream atau hal yang heboh dan kontroversial. Tak jarang di tahun 2020 kemarin trend ...
Mengapa Media Hiburan Negara Kita Selalu Diisi Dengan Konten Yang Kurang Berkualitas?


Selama tahun 2020 kemarin kita semua telah melihat dan mengetahui apa saya yang trending dan mengisi berbagai media hiburan. Bahkan di tiap bulannya ada saja hal-hal yang trending di negara kita bahkan beberapa konten tersebut juga ikut trending di luar negri. Anehnya kebanyakan konten yang trending tersebut bisa dikatakan sebagai konten yang kurang berkualitas dan menghibur bagi sebagian orang. Dengan mengetahui hal ini pernahkan kalian berpikir atau bahkan timbul pertanyaan dalam benak kalian mengapa konten-konten yang “Unfaedah” tersebut bisa trending?

Sebelumnya mari kita sedikit menoleh ke salah satu media sosial yang paling populer dan menjadi media hiburan pengganti televisi yakni Youtube. Bisa kalian tebak apa saja konten youtube yang menjadi trending di media sosial tersebut selama tahun 2020 kemarin? Yang saya lihat di halaman trending youtube region Indonesia didominasi oleh konten yang bisa dikatakan kurang berkualitas dan lebih personal seperti kehidupan para artis, drama, prank, dan sebagainya. Parahnya lagi di penghujung tahun 2020 bahkan hingga sekarang pemberitaan media TV diisi oleh kabar-kabar yang kurang penting dan lebih personal ke kehidupan artis. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi?

Faktor selera penonton/penikmat konten/netizen

Hal ini sangat berhubungan erat dengan stratifikasi sosial atau penggolongan masyarakat. Dalam ilmu sosiologi ada istilah stratifikasi sosial yang membagi jenis masyarakat berdasarkan di lingkungan mana masyarakat itu tinggal, ada masyarakat urban dan masyarakat rural. Masyarakat urban adalah masyarakat yang tinggal di perkotaan, sedangkan masyarakat rural adalah masyarakat yang tinggal di pedesaan atau pelosok. Berdasarkan karakteristiknya, ada perbedaan selera hiburan antara masyarakat urban dan masyarakat rural. Masyarakat urban memiliki selera hiburan yang lebih variatif dibandingkan masyarakat rural. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini dikarenakan fasilitas hiburan di lingkungan masyarakat urban lebih beragam karena fasilitas di lingkungan perkotaan yang lebih banyak dibandingkan masyarakat rural yang hiburannya sebatas televisi atau internet. Menariknya, akibat dari sedikitnya media hiburan yang dulunya hanya sebatas televisi di kalangan masyarakat rural ini menyebabkan kegemaran konten masyarakat rural di internet itu berdasarkan apa yang mereka lihat di televisi. Berdasarkan hasil survey Youtube di tahun 2018 didapatkan data bahwa masyarakat rural menjadi penonton youtube yang mendominasi dan paling banyak dibandingkan masyarakat urban dengan kegemaran masyarakat rural ke kategori konten seperti sepak bola, gosip, drama, musik, dan religi.

Algoritma

Algoritma merupakan sistem yang dibuat oleh pihak media untuk meningkatkan efektivitas jangkauan konten berdasarkan minat dan karakter penonton. Setelah melihat point pertama yang membahas tentang siapa masyarakat yang paling banyak menikmati konten hiburan kita bisa tau bahwa algoritma pada media terutama media sosial ini bekerja sesuai dengan penonton terbanyak yakni masyarakat rural. Masyaraat rural pasti mengakses konten yang sesuai dengan kegemarannya atau apa yang ada di televisi otomatis konten yang menurut kita kurang bermanfaat seperti drama atau gosip otomatis terangkat sendiri menjadi trendingkarena penonton mayoritas telah dikuasai oleh masyarakat rural yang lebih suka terhadap konten-konten tersebut.

Demografi usia penonton/netizen

Usia penonton juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu konten. Ini bisa dilihat dari waktu luang di beberapa rentang usia yang berbeda. Contohnya, anak yang masih sekolah di rentang umur 6-16 tahun itu memiliki waktu luang yang banyak dan otomatis di waktu luang tersebut apalagi di jaman sekarang digunakan untuk mengakses media hiburan seperti youtube atau televisi. Menariknya orang yang berada di rentang usia sekolahan di masyarakat rural maupun urban memiliki minat yang sama dengan masyarakat rural. Sedangkan mereka yang sudah memiliki karier atau berada di bangku perkuliahan memiliki sedikit waktu luang untuk mengakses media hiburan dan orang ini yang memiliki rentang usia 17-30 tahun memiliki selera yang berbeda dimana mereka lebih tertarik pada konten yang lebih berkualitas seperti informasi ilmiah, musik modern, teknologi, dan lain-lain. Selain itu orang-orang yang berada di rentang usia 40-60 tahunan itu juga memiliki selera hiburan yang sama dengan masyarakat rural yang tidak jauh dari sinema atau gosip. 

Sifat umum penonton/penikmat hiburan/netizen

Rata-rata netizen kita lebih tertarik pada hal yang antimainstream atau hal yang heboh dan kontroversial. Tak jarang di tahun 2020 kemarin trending di medsos pernah diisi oleh hal-hal kontroversial seperti kasus Denise dan maraknya kasus klarifikasi. Dengan sifat netizen kita yang suka dengan hal-hal ini content creator juga semakin sengit untuk membuat konten yang seperti ini hingga berkembang dan menjadi trending.

Kesimpulannya, mengapa konten yang kurang berkualitas sering trending ya karena selera netizen atau masyarakat kita yang suka dengan hal-hal tersebut dan menjadi mayoritas dimana hal tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti demografi, prilaku, lingkungan, serta sistem media itu sendiri.